Gubernur Lampung Fokus Pembangunan Tiga Bidang

m-ridho-ficardoRADIO SUARA WAJARPembangunan kawasan industri, pariwisata, dan pendidikan bakal menjadi fokus Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo setelah berhasil mengatasi permasalahan infrastruktur. Hal ini diungkapkan Ridho saat menjadi pembicara pada diskusi Refleksi 2015 yang dirangkai dengan launching buku Cermin Birokrasi Lampung karya General Manager Rakyat Lampung (grup Radar Lampung) Junaidi Djohan di Graha Rakyat Ki Maja Icon, Wayhalim, tadi malam.

Dalam diskusi itu, Ridho sempat flashback saat masa pencalonan dirinya sebagai gubernur hingga dia terpilih. Gubernur termuda se-Indonesia ini menjelaskan, resep kemenangannya kala itu. Sebelum terjen pada kontestasi politik, awalnya dia lebih dulu melihat kebutuhan masyarakat Lampung melalui survei. Akhirnya Ridho mengetahui bahwa infrastruktur menjadi permasalahan utama yang menjadi keluhan masyarakat. ”Untuk itu infastruktur saya jadikan landasan dasar ke depan dalam kepemimpinan saya,” kata Ridho.

Fokus infrastruktur itu telah dia buktikan pada progres kepemimpinannya. Menurut pria yang juga menjabat sebagai ketua DPD Demokrat Lampung ini, hingga Desember ini progress pembangunan infrastruktur sudah mencapai 60 persen lebih.

”Target saya akhir tahun 2016 delapan puluh persen jalan provinsi kita mulus,” tegasnya.

Dia juga mengaku senang melihat progres pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) di Lampung. Apalagi, progres pembangunan JTTS menjadi yang tercepat di Indonesia. Padahal dahulu Lampung dinyatakan sebagai provinsi yang paling tidak siap.

Tak hanya itu soal jalan, di bidang infrastrukur, Ridho juga membidik soal pengairan lahan pertanian. Hal tersebut ia ungkapkan karena 70 persen lahan pertanian di Lampung rusak. Untuk itu, Ridho memutuskan untuk membangun tiga waduk di provinsi ini. Ridho kembali menargetkan dalam satu tahun petani bisa tiga kali panen.

Seperti dilansir radarlampung.co.id, setelah masalah infrastruktur, Ridho pada masa kepemimpinannya akan membangun kawasan industry. Lokasinya di wilayah Lampung bagian Timur. Untuk itu, dirinya mengaku sudah menginstruksikan kepada kepala daerah khususnya daerah yang akan dilewati JTTS.

”Saya sudah bilang ke kepala daerah masing-masing untuk mengundang investor menginvestasikan pembangunan di sepanjang jalan tol itu. Nanti kita khusus kan bangun kawasan industri,” tuturnya seraya menyatakan langkah itu dilakukan agar Lampung dapat meraup keuntungan secara ekonomi dari JTTS tersebut.

Selain itu, orang nomor satu di Lampung ini juga memiliki perhatian khusus terhadap sektor pariwisata. Dijelaskan, Pemprov Lampung akan memetakan wilayah Barat Lampung sebagai daerah unggulan pariwisata.

Dalam pandangannya, wilayah Barat Lampung kaya potensi pariwisata. Oleh karena itu, Ridho menyatakan tak mau kecolongan potensi emas tersebut.

”Di Lampung Barat kita punya pantai bagus bahkan ombaknya salah satu yang terbaik di dunia. Kita punya Kiluan, Danau Ranau, kita punya Gunung Anak Krakatau,” sebutnya.

Ridho mengakui Pemrov saat ini sudah memiliki lahan di Danau Ranau yang nantinya disulap menjadi kawasan agro wisata. Tak hanya itu, akan menyulap Waykambas dan TNBBS menjadi Eco Tourism.

”Untuk mendukung pariwisata ini, saya targetkan Bandara Pekon Serai tahun 2017 bisa dimasuki pesawat Garuda,” janjinya.

Tak hanya itu ia juga menargetkan Bandara Raden Intan II menjadi bandara Internasional dan menjadi embakarsi haji. ”Ya minimal tahun 2017 bisa membuka jalur Lampung-Singapore lah,” katanya.

Sektor terpenting lainnya dalam prioritasnya adalah sektor pendidikan. Ridho menegaskan tak ingin melihat anak Lampung menjadi tamu di rumah sendiri karena tak mampu mengikuti laju pembangunan. Untuk itu ia ingin indeks pendidikan digenjot.

”Target Pemprov Lampung tahun 2017 pendidikan dari SD, SMP dan SMA gratis,” janjinya.

Hal itu nantinya penting untuk menunjang sektor industri yang dibangun agar anak Lampung tak terbuang di tanah sendiri.

”Untuk masuk Unila saja kuota untuk anak Lampung dibatasi, artinya anak kita belum bisa bersaing. Jangan salahkan anak Lampung, salahkan pemkab, pemprov karena anaknya tidak bisa bersaing,” tukasnya.

Diketahui, acara yang dihadiri perwakilan dari pemerintah kabupaten/kota itu juga diisi dengan sesi tanya jawab. Pada kegiatan yang dipandu langsung oleh Junaidi selaku moderator itu juga diwarnai dengan penyerahan buku oleh Junaidi kepada Ridho.

 

1124 Total Views 2 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *