Orangtua, Ini Pentingnya Tabungan Pendidikan

284593_ilustrasi-remaja-belajar_663_382RADIO SUARA WAJAR – Tidak ada yang memungkiri bahwa biaya pendidikan saat ini cukup menjulang, walaupun sampai beberapa tahap dasar sekolah masih digratiskan. Namun, tentu saja anak akan membutuhkan seragam, buku-buku, dan mungkin biaya tambahan untuk les di luar jam sekolah. Belum lagi untuk biaya sekolah menengah atau perguruan tinggi yang melangit. Anda harus menyiapkannya dari jauh-jauh hari jika tidak ingin utang menumpuk di masa depan.

Biaya pendidikan masuk dalam kategori kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Jika anak Anda sudah berusia cukup untuk sekolah, tidak mungkin kan menyuruhnya menunggu. Beberapa kampus terbaik negeri ini memang sulit untuk dimasuki, lebih berat pula biaya semesterannya. Contohnya saja, uang pangkal untuk memasuki Universitas Indonesia bisa mencapai Rp15-Rp75 juta, dengan rata-rata uang kuliah Rp2 juta per semester.

Lain lagi jika memilih jalur masuk khusus di Universitas Gadjah Mada (UGM), yang sumbangannya bisa mencapai Rp20-125 juta untuk peningkatan mutu akademik. Tidak sedikit orangtua yang membobol tabungan, menggadaikan barang, pinjam ke sana-kemari, bahkan sampai menjual barang berharga.

Untuk itulah, diperlukan rancangan dana pendidikan anak sedini mungkin.
1. Paket investasi pendidikan paling aman

Tidak sedikit orangtua yang ‘kepepet’ kemudian menggadaikan barangnya untuk biaya pendidikan. Dalam sebuah survei, dinyatakan bahwa pengguna jasa pegadaian meningkat hingga 50 persen saat musim tahun ajaran baru. Namun, orangtua sebenarnya dapat bertindak lebih bijaksana dengan menyiapkan dana pendidikan sejak jauh hari dan menghindari kondisi terpepet seperti ini.

Contoh paket investasi pendidikan yang paling mudah ialah tabungan pendidikan.

Saat ini cukup banyak bank yang menyediakan layanan tabungan pendidikan. Sistemnya pun praktis, sejumlah uang dari rekening tabungan Anda akan didebetkan masuk ke dalam tabungan pendidikan tersebut. Tabungan pendidikan hanya bisa diambil saat orangtua membayar uang pangkal sekolah anak. Dana dapat dicairkan saat dua atau tiga bulan menjelang pendaftaran sekolah.

Keuntungan lainnya dengan memilih tabungan pendidikan ialah sudah dilengkapi dengan asuransi jiwa, sehingga jika di tengah jalan terjadi risiko kematian pada orangtua dan menyebabkan setoran terhenti, maka anak akan mendapatkan sejumlah uang asuransi pada tabungan pendidikannya.

2. Tidak bisa ditunda, tetapi bisa direncanakan

Saat ini Anda mungkin merasa sudah mampu untuk membiayai pendidikan tiga orang anak Anda sekaligus. Namun, tidak ada yang bisa menjamin sampai usia berapakah fisik Anda sanggup bekerja, atau tempat bekerja tidak tertimpa masalah serius.

Kondisi ekonomi yang menurun juga berpotensi untuk membuat penghasilan orangtua berkurang. Krisis global dapat menyebabkan ribuan karyawan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Walaupun sekolah gratis sampai SMP, tetapi tetap saja ada biaya-biaya yang harus dipenuhi untuk mendukung anak bersekolah.

Setiap tahun biaya pendidikan terus meningkat, bahkan untuk sekolah tertentu kenaikannya bisa mencapai 20 persen. Banyaknya orang tua yang masih awam dengan investasi lain, seperti reksadana dan saham, membuat tabungan pendidikan menjadi pilihan terpercaya orangtua.

3. Paling minim risiko

Walaupun tabungan pendidikan di bank ini diberikan bunga, tetapi bunga yang didapat sebetulnya tidak terlalu banyak dibandingkan dengan jika diinvestasikan di tempat lain.

Namun, keuntungannya adalah, tabungan pendidikan sangat minim risiko. Selain itu, tabungan juga sudah dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sesuai dengan Undang-Undang No. 24 tahun 2004.

Dengan penjaminan ini, jikalau ada masalah dalam internal bank, tabungan tidak akan lenyap. Tabungan pendidikan juga mendisiplinkan orangtua untuk tidak menarik uangnya, karena hanya bisa cair di tahun anak memasuki usia sekolah.

4. Sesuaikan dengan kemampuan

Dengan berbagai keuntungan tabungan pendidikan yang sudah dijabarkan diatas seperti proses yang mudah, minim risiko, dan aman, pertimbangkan kembali keputusan apakah Anda benar-benar yakin akan mengambil layanan tabungan pendidikan.

Pikirkan apakah Anda sanggup berkomitmen jangka panjang atau akan lebih baik untuk berinvestasi di bidang lain seperti membeli tanah atau emas yang mungkin akan lebih menguntungkan. Pikirkan juga dalam jangka waktu berapa lama Anda harus menabung sampai anak sudah memasuki usia SD, SMP, SMA, dan perguruan tinggi.

Dengan membuat timeline, Anda menjadi lebih paham berapa uang yang harus disishkan setiap bulannya.

715 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *