Long march Buruh Lampung-Banten ke Istana Tolak PP Pengupahan

 

RADIO SUARA WAJAR – Ratusan buruh yang tergabung dalam Komite Aksi Upah Gerakan Buruh Indonesa (KAUGBI) berjalan kaki dari Lampung ke Istana Negara untuk menolak pengesahan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

Ketua Perda SPI Banten, Friden Hatam Ajis, Kamis  (19/11/2015) mengatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk penolakan buruh akan PP Pengupahan.

Setelah menyeberang Selat Sunda, para buruh berada di Serang, Banten. Selama di perjalanan menuju istana, mereka akan menyambangi kantong-kantong industri untuk mendukung penolakan itu.

Friden Hatam Ajis  menjelaskan aksi jalan kaki ini terbagi ke dalam dua titik, yakni di wilayah barat dan timur. Untuk wilayah timur para buruh diberangkatkan dari Bandung pada, Senin 17 November. Sedangkan di wilayah barat berangkat dari Bandar Lampung pada Rabu kemaren (18/11).

Buruh Lampung sudah ditunggu buruh Banten dan mereka bergabung untuk bersama-sama menuju Istana Negara. “Titik temu antara wilayah timur dan barat adalah di Tugu Proklamasi, Jakarta, pada pagi hari ini, Kamis, (20/11) pukul 03.00 WIB. Menurut  rencana, demontrasi diperkirakan akan berlangsung pada pukul 16.00 WIB.

Ada tiga hal yang menjadi tuntutan buruh, pertama PP Pengupahan tak selaras dengan UU Nomor 13 Tahun 2013 tentang Penetapan Upah Minimum Kabupaten.  Menurut Friden Hatam Ajis PP Pengupahan hanya menggunakan dua variabel, yakni inflasi dan pendapatan domestik bruto.

Kedua, aturan yang menyumbat hak buruh untuk berbicara. Dan ketiga, ada satu pasal di PP Pengupahan yang memberatkan ketika perusahaan pailit.

Aksi long march ini membuat lalu lintas di Serang lumpuh. Salah seorang polisi pengatur lalu lintas yang tengah mengurai kemacetan menjelaskan terjadinya kemacetan total dari arah Nikonas ke arah timur mendekati Pasar Gembong.

 

729 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *