Menag Lukman Hakim Syaifuddin; Keragaman Agama, Ras, dan Etnis Sebagai Keberkahan Yang Saling Melengkapi, Mendukung, dan Mengisi Kekurangan

063892000_1410234281-m2

Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Syaifuddin

RADIO SUARA WAJAR – Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Syaifuddin mengatakan, keragaman agama, ras, dan etnis di Indonesia harus dilihat sebagai keberkahan yang saling melengkapi, mendukung, dan saling mengisi kekurangan.

“Keberagaman yang ada tidak perlu diseragamkan. Sebab, di balik keberagaman itu sesungguhnya terdapat keberkahan yang luar biasa,” ujarnya.

Menurut Lukman, dengan keberagaman maka setiap penganut agama, ras atau suku bisa melihat kekurangan dan kelemahan masing-masing . Bisa menjadikan kekurangan atau kelemahan tersebut sebagai kekuatan memperbaiki diri. Setiap agama memiliki ajaran paling sempurna dan paling baik di mata para penganutnya, namun belum tentu sempurna di mata penganut agama yang berbeda.

“Menganut agama ibaratnya mencitai istri. Istri di mata saya yang paling cantik di dunia, tapi tidak boleh saya mengatakan istri orang lain itu jelek,” katanya seperti dilansir okezone.com, Senin (16/11).

Demikian pula dengan penganut agama tertentu, boleh menganggap agama dianutnya paling baik dan paling sempurna, namun tidak boleh menganggap agama lain buruk atau jelek.

“Kalau ada penganut agama tertentu menganggap agama lain tidak baik, maka itulah yang menjadi pemicu timbulnya konflik agama. Sikap-sikap seperti itu tidak boleh dibiarkan dan harus dihindari,” tutur Lukman.

“Untuk alasan apa pun, tidak dibenarkan melakukan tindak kekerasan yang merugikan banyak pihak, bahkan sampai menelan korban jiwa seperti yang terjadi di Paris atau Libanon baru-baru ini,” tambahnya.

 

861 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *