Perjuangan Gus Dur soal Pluralisme Akan Diceritakan di Kancah Internasional

hermawi-taslim-hidup-katolik

Hermawi Fransiskus Taslim

RADIO SUARA WAJAR – Upaya untuk memajukan keadilan sosial, nilai-nilai moral, perdamaian dan kemerdekaan harus terus ditingkatkan demi menjaga martabat kemanusiaan itu sendiri. Semua bangsa yang ada di dunia ini sedianya juga merupakan satu komunitas dengan asal usul yang sama.

Demikian dikatakan Ketua Forum Komunikasi Alumni Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (Forkoma PMKRI) Hermawi Fransiskus Taslim, melalui siaran persnya yang diterima Okezone, Rabu (21/10/2015).

Menanggapi pelaksanaan International Conference: “50th Anniversary of Nostra Aetate” yang akan berlangsung pada 26-28 Oktober 2015 di Gregoriana University, Roma, Hermawi menyatakan, Ensiklik Nostra Aetate adalah dokumen resmi Gereja Katolik yang memandang positif hubungan Gereja Katolik dengan agama dan kepercayaan non Kristen.

“Hubungan yang harus terus berlangsung dalam kesederajatan martabat manusia,” ujarnya.

Menurut Hermawi, Ensiklik Nostra Aetate adalah acuan dan pedoman seluruh umat Katolik dalam membangun peradaban manusia yang didasarkan pada prinsip-prinsip kesederajatan yang saling menghormati. “Konferensi ini merupakan momentum penting untuk mempertemukan para tokoh terkemuka dunia untuk saling meneguhkan dalam membangun peradaban kemanusiaan yang lebih bermartabat,” katanya.

Hermawi yang turut diundang dalam konferensi tersebut menyatakan, bahwa panitia ingin mendengar langsung pengalamannya selama bersama almarhum Abdurahman Wahid alias Gus Dur dalam memajukan prinsip-prinsip pluralisme di Indonesia.

“Saya juga sudah mempersiapkan presentasi singkat tentang pengalaman-pengalaman empirik kita di Indonesia yang terus mengembangkan nilai-nilai kebersamaan sebagai modal dasar membangun masa depan yang lebih baik,” ujar orang dekat Gus Dur itu.

Berdasarkan agenda yang sudah disusun panitia, sejumlah petinggi dunia akan tampil sebagai pembicara di antaranya, Cardinal Jean Louis Tauran dari Vatikan, Prof. B.Wimalaratana dari Sri Lanka, Rabbi Daniel Spenber dari Israel, DR.Rasoul Rasoulipour dari Iran, serta sejumlah nama lainnya.

Hermawi mengatakan, berdasarkan surat yang diterima, diakhir konferensi, seluruh peserta yang datang dari seluruh dunia itu akan diterima dan bersilahturahmi dengan Paus Fransiskus di Vatikan.

 

990 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *