44 Ton Ubur-ubur Tanpa Dokumen Berhasil Disita Bea Cukai Lampung

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B, Muhamad Lukman beserta stafnya saat ekspos, Rabu (5/8/2015) di Bandar Lampung.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B, Muhamad Lukman beserta stafnya saat ekspos, Rabu (5/8/2015) di Jalan Yos Sudarso No. 183 Kelurahan Sukaraja Teluk Betung, Bandar Lampung.

BANDAR LAMPUNG, RADIO SUARA WAJAR — Ubur-ubur berjumlah 2.100 drum tak berdokumen resmi yang akan diekspor ke Vietnam berhasil disita Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Bandar Lampung. Ubur-ubur ini seberat 44 an ton.

“Ubur-ubur 2.100 drum ini, berhasil disita pada 01 Juli 2015 lalu, saat kami melakukan pemeriksaan dua kontainer ekspor milik CV Tetrasoft Solusindo di Pelabuhan Panjang Bandar Lampung” Kata Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B, Muhamad Lukman usai ekspos, Rabu (5/8/2015) di Bandar Lampung.

Dijelaskannya, pemeriksaan lebih lanjut atas kelengkapan dokumen menunjukan bahwa eksportasi komoditi tersebut tidak dilengkapi sertifikat hazard analysis control and critical point (HACCP) dan health certificate (HC), dan diduga melanggar UU No. 31 tahun 2004 tentang perikanan Pasal 21.

Menurut Lukman, jika eksportasi ini lolos, maka akan membahayakan konsumen yang mengkonsumsi komoditi tersebut, karena belum dinyatakan layak dikonsumsi manusia. Dan apabila dikonsumsi dan menimbulkan permasalahan di luar negri, dikhawatirkan dapat menyebabkan ditolaknya produk kelautan asal Indonesia di luar negri.

“Sekarang lagi marak, penyelundupan ekspor hasil laut sebenernya kan? Dan undang-undangnya kan sudah mulai kita terapkan, yang selama ini mungkin ada kurang diperhatikan. Tapi sejak mentri (perikanan) yang baru, kami juga jadi semangat, bahwa ini adalah hasil laut negara kita yang diselundupkan ke luar negri” pungkasnya.

Sekedar tahu saja, selain barang ekspor, dalam waktu yang bersamaan pihaknya juga berhasil menyita komoditi impor dari negara China berupa Wortel sebanyak 1.062,5 kilogram dan benih semangka sebanyak 12,5 kilogram dari container milik PT Dago Java Globalindo.***

Reporter : Robert

1089 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *