Satu Lajur Tol JTTS Sudah Rigid Sepanjang 2,9 Km

w750_h400px__1447613001

Ilustrasi

RADIO SUARA WAJAR – Progres pembangunan Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS) Ruas Bakauheni-Terbanggibesar di lokasi groundbreaking Sabahbalau, Jatiagung, Lampung Selatan, terus dikebut. Dari jalur tol sepanjang 2,9 km yang sudah land concrete (LC), dari empat lajur yang ada, 1 lajur di antaranya sudah rigid sepanjang 2,9 km itu. Sementara itu, tiga lajur lainnya telah dicor (rigid pavement) sepanjang 1,4 kilometer. Hal itu disampaikan Engineer Manager PT Waskita Karya, Marsesa Edward saat dihubungi Rabu (18/11/2015).

“Itu dua jalur tol kan kita bagi empat, kalau satu lajurnya sudah sampai 2,9 km, satu lajur yang kearah Palembang yah,” kata pria yang akrab disapa Edo ini.

Sementara itu, di lahan 1,15 km warga Sabahbalau yang sudah di-clearing kemarin saat ini sudah tembus bersih semua.

“Tinggal ngangkut semak-semak saja proses land clearing-nya. Sementara untuk timbunan tanah terus lakukan,” Jelas Edo.

Seperti dilansir dari lampost.com, Kamis (19/11), jalan tol Trans Sumatera nantinya akan memiliki lebar kurang lebih 21 meter. Lebar tersebut terdiri atas lebar dua jalur jalan untuk dua arah kendaraan dengan besaran masing-masing 9,2 meter. Selain itu di pinggir jalan juga akan dibuat bahu jalan dengan lebar masing-masing 2,5 meter, sedangkan di antara kedua jalur akan dipasang median selebar 2,25 meter.

Pengaspalan tol akan dibuat dengan ketebalan mencapai 0,6 meter, lebih dari ketebalan tersebut adalah bagian rigid atau aspal beton. Dengan bahan baku yang ada jalan tol tersebut akan mampu menahan beban maksimal kendaraan hingga 80 ton.

Gunakan Material Lokal Lampung

Di sisi lain, pengusaha Lampung, Ginta Wiryawan mengeluhkan tidak dilibatkannya pengusaha lokal dalam pengerjaan JTTS Ruas Bakauheni-Terbanggibesar.

“Katanya salah satu kontraktor memakai semen dari luar Lampung, enggak pakai bahan baku lokal. Seharusnya kan memakai bahan baku lokal, melibatkan pengusaha lokal. Jangan hanya mengambil batu dan pasir dari Lampung,” kata pria yang akrab disapa Ginta saat dihubungi Lampung Post Rabu (18/11/2015).

Ginta mengatakan harus ada penekanan manfaat untuk masyarakat semenjak dibangun sampai selesai dibangunnya jalan tol ini.

”Harus ada perlindungan dari Pemda untuk pengusaha lokal. Apa manfaat untuk dunia usaha Lampung? Pemerintah Lampung dapat apa? Apa dapat kita berapa persennya? Harus ada MoU dulu, manfaat untuk masyarakat dan pemerintah daerah harus jelas,” imbuhnya.

Ginta mengatakan prinsip jalan tol itu hanya dua yaitu memperpendek jarak dan mempersingkat waktu. Menanggapi hal itu, Engineer Manager PT. Waskita Karya, Marsesa Edward mengatakan bahan material batu dan pasir masih dari lokal.

“Kita pakai pengusaha lokal yang lain kok, siapa pun boleh menawar sesuai spesifikasi kita. Pasti kita ambil bahan lokal, karena jarak angkut lebih murah,” tutup Edo.

PT Waskita Karya melakukan pengerjaan mulai di titik 39+400 sampai 80+000 ruas Sabahbalau sepanjang 40,6 kilometer yang telah masuk pengerjaan konstruksi 3,8 kilometer, sisanya masih dalam proses pembebasan lahan. Ruas tol yang tengah dikerjakan yakni kilometer 77,1 sampai 80 kilometer, di wilayah tersebut telah dibangun dua overpass, satu simpang susun dan satu gerbang tol.

 

1089 Total Views 2 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *