Senjata Tradisional Provinsi Riau

Senjata Tradisional Provinsi Riau
Senjata tradisional merupakan produk budaya yang lekat hubungannya dengan suatu masyarakat. Selain digunakan untuk berlindung dari serangan musuh, senjata tradisional juga digunakan dalam kegiatan berladang dan berburu. Lebih dari fungsinya, senjata tradisional kini menjadi identitas suatu bangsa yang turut memperkaya khazanah kebudayaan nusantara.
Sebagai cipta seni yang bernilai tinggi, senjata tradisional menjadi warisan budaya yang patut dilestarikan. Menurut sejarawan Nina Wonsela, sangat penting untuk menyelamatkan serta melestarikan senjata tradisional. Jika tidak, generasi akan datang tidak akan mengenal lagi secara lengkap tentang senjata tradisional nenek moyang mereka.
Keris

Keris Riau
Keris di mata orang Melayu di Riau, sebagai salah satu senjata adat. Bahkan senjata yang dinilai untuk penusuk jarak pendek itu dikenal dan dipakai sebagian masyarakat di Asia Tenggara. Sebagai senjata menusuk, keris bagi sipemakai atau pemiliknya juga akan dimuliakan maupun dihormati sebagiaan masyarakat yang melihatnya.
Pedang Jenawi

Pedang Jenawi

Pedang Jenawi
Biasanya, pedang ini digunakan oleh panglima perang. Panjang pedang ini bisa mencapai satu meter dan di ujung pegangannya ada tonjolan kecil.
Kelewang

Kelewang Cundrik
Sejenis pedang yang digunakan oleh prajurit.
Beladau

Beladau
Belati dari Indonesia. Pisau ini umumnya dikenal di daerah Sumatera dari Riau sampai Mentawai. Senjata ini merupakan senjata tikam dan senjata sayat. Panjang pisau ini biasanya sekitar 24cm.
Beladau memiliki bermata pisau tunggal atau bermata dua, bentuk pisau melengkung. Pisau dari gagang ke ujung semakin runcing dan melengkung ke suatu titik. Pisau memiliki punggung pusat. Tepi pemotongan adalah pada sisi cekung dari pisau. Gagang baladau ini terbuat dari kayu dan mengkilap, dengan ujung yang berbentuk menonjol seperti kacang. Para selubung biasanya terbuat dari kayu dan berbentuk oval di bagian lintas tengah.



