Polisi Ringkus Pemuda Teler Berbaju Palu Arit di Saburai

kaos-palu-arit-225x300RADIO SUARA WAJAR – Satuan intelijen keamanan (Satintelkam) Polresta Bandarlampung mengamankan seorang pemuda yang mengenakan kaos berlambang palu arit. Dia bernama Urdiya Sejiwangga Ardhanggo (22).

Warga Perumahan Griya Sukarame, Bandarlampung itu diciduk saat perhelatan Music A Create di Lapangan Saburai, Enggal, Minggu (8/5) sekitar pukul 20.00 WIB.

Kasatintelkam Kompol Andik Purnomo menyatakan, pihaknya enggan kecolongan. Terlebih beberapa waktu belakangan gerakan Partai Komunis Indonesia (PKI) di Indonesia terdengar di beberapa kawasan.

“Oleh karenanya, dia kita amankan,” kata Alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 2004 ini. Dari tangan yang bersangkutan, polisi akhirnya menyita kaos merah yang identik dengan lambang PKI itu.

Kepada polisi, Andik menerangkan pemuda itu mengaku tidak tahu jika bajunya adalah lambang gerakan komunis. “Pengakuannya diberi oleh-oleh pamannya yang bekerja di Kedubes Rusia,” papar Andik.

Selain masalah baju, polisi mencurigai jika yang bersangkutan menggunakan narkoba. Dan, benar saja dari hasil tes urine ternyata remaja itu dinyatakan positif mengonsumsi zat terlarang tersebut.

“Selama 3 x 24 dia kita amankan. Dan bisa diperpanjang, karena polisi berkewenangan untuk mengembangkan kasusnya dan menelusuri apakah dia penyalahguna atau pengedar. Sementara statusnya masih berkapasitas saksi,” tandasnya seperti dirilis radarlampung.co.id, Senin (9/4).

Beberapa waktu terakhir, aparat keamanan memang tengah gencar mewasdai kebangkitan PKI. Polda Metro Jaya misalnya, Minggu menangkap dua orang, yakni pemilik dan pegawai toko yang menjual baju bergambar palu arit. Namun, kedua orang itu sudah dilepas hari ini, Senin (9/5). Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono, pihaknya tidak memiliki alat bukti yang kuat untuk menahan yang bersangkutan.

“Kami hanya periksa 1 x 24 jam dan siang ini sudah kami keluarkan kembali. Tetapi tentunya kasus ini masih kami didalami oleh penyidik,” ujar Awi di kantornya, Jakarta.

Berdasarkan keterangan pemilik toko, bernama Mahdi Ismet, ia memeroleh gambar itu dari sebuah website. Kemudian Mahdi mencetak gambar itu karena dinilai sebagai cover album dari grup band Kreator.‎

 

918 Total Views 2 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *