Rasulan, Wujud Rasa Syukur akan Hasil Bumi
RADIO SUARA WAJAR – Selain kirab budaya dan kenduri yang dilaksanakan di Balai Desa Baleharjo, ada salah satu kesenian yang selalu ada ketika rasul di Desa Baleharjo. Kesenian tersebut adalah reog dan tari jathil. Reog dan jathilan dipentaskan di depan para pejabat desa bertempat di depan Balai Desa Baleharjo. Setiap padukuhan menampilkan kesenian tersebut satu persatu, kemudian tiap reog dan jathilan per padukuhan keliling desa dan berhenti di rumah-rumah yang sudah mengundang mereka terutama di padukuhan masing-masing.
Para penari tersebut menarikan dari rumah ke rumah disertai iringan musik gamelan. Tak kenal lelah hingga matahari terbenam, mengunjungi satu demi satu rumah warga yang mengundangnya. Ketika menari di setiap rumah, pemilik rumah juga menyediakan makanan dan minuman, dan sedikit uang kepada pimpinan kesenian tersebut.
Rasulan memiliki nilai budaya yang tinggi, di samping sebagai wujud rasa syukur akan hasil-hasil bumi yang diberikan selama setahun, tetapi juga sebagai pelestari budaya turun temurun sejak nenek moyang. Banyak seni budaya yang masih dipertahankan, seperti tradisi kenduri, tradisi gotong royong, kesenian reog dan jathilan, dan masih banyak lagi. Dan pada kenyataannya masyarakat Desa Baleharjo, Kecamatan Wonosari, Gunungkidul DIY sampai sekarang masih menjaga dan melestarikan buadaya rasulan hingga saat ini.





