Renungan Harian, Kamis 28 April 2016

smileeKamis Paskah V

Injil: Yohanes 15:9-11

Perintah supaya saling mengasihi

15:9 “Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. 15:10 Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. 15:11 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.

Renungan

Dimana-mana biasanya jika ada kasih, akan terwujud sukacita. Kasih dan sukacita tidak dapat dipisahkan begitu saja. Suasana penuh kasih akan menghantar kita pada keadaan sukacita. Kasih dan sukacita tidak identik dengan kemewahan, tidak identik dengan ramainya orang yang berkumpul, namun lebih pada bagaimana situasi hati dan relasi itu terjadi. Semua orang kiranya mencari sukacita, tidak ada orang yang justru mencari dukacita. Sukacita menjadi dambaan semua orang, usaha semua orang, hanya saja tidak semua orang bisa dan mampu mengalami sukacita, apalagi sukacita yang penuh.

Kalau dikatakan bahwa bahagia itu termasuk dalam pilihan, demikian juga dengan sukacita merupakan sebuah pilihan. Atau mungkin lebih tempatnya adalah bahwa untuk mencapai sukacita itu diperlukan perjuangan dari diri kita sendiri. Sukacita tidak datang dengan sendirinya, tidak datang dengan tiba-tiba. Sukacita merupakan buah dari proses hidup kita, proses dari perjuangan kita untuk mengusahakannya, untuk memohonnya. Terlebih sukacita yang penuh merupakan buah persatuan kita dengan Tuhan.

Kegembiraan dan sukacita hasil dari apa yang kita usahakan belum menjadi sukacita yang penuh. Jika sukacita dan kegembiraan yang kita alami sudah terasa begitu mempesona, apalagi sukacita penuh yang dijanjikan Tuhan. Semoga kita tidak puas dengan sukacita sementara yang ditawarkan oleh dunia dan apa yang menjadi hasil kerja kita. Semoga kita tetap merindukan sukacita yang penuh dalam Tuhan.

Sukacita yang penuh tidak kita dapatkan di lain tempat, selain di dalam kasih Tuhan. Sukacita yang mendalam tidak kita gali dari dalam tanah, tidak mampu kita beli dengan kekayaan kita, tidak mampu kita cari sampai ke luar angkasa. Sukacita yang penuh hanya kita dapat dalam persatuan dengan Tuhan. Persatuan itu adalah persatuan kasih. Perbuatan kasih yang kita lakukan kepada sesama dengan sikap hati yang tulus karena kita murid Kristus, akan membawa kita pada persatuan kasih dengan Tuhan sendiri. Persatuan kasih itulah yang akan membawa kita pada sukacita yang penuh.

Sukacita yang ditawarkan dunia adalah sukacita yang sementara, sukacita yang akan mudah punah karena waktu. Namun sukacita yang penuh adalah sukacita yang tahan waktu, sukacita yang tidak terpengaruh apakah kita mempunyai uang atau tidak, disanjung atau tidak, dipuji atau dicela. Sukacita itu tidak tergantung dari luar diri kita, sukacita itu berasal dan melekat pada diri kita, karena persatuan kasih dengan Tuhan sendiri.

Maka kalau kita sering kali merasa sukacita namun kemudian sering berubah kepada kesedihan, kita belum sampai pada pengalaman sukacita yang lebih penuh. Namun sukacita yang penuh tidak datang begitu saja, sukacita itu perlu kita perjuangkan, perlu kita mohonkan dari Tuhan. Dan terlebih sukacita itu berasal dari Tuhan, bukan dari yang lainnya.

Semoga kita senantiasa berjuangkan untuk memperoleh kepenuhan sukacita itu dalam hidup kita. Semoga kita tidak jemu-jemunya untuk setia pada kehendak Tuhan dalam hidup kita. Setia pada rencana dan kehendak Tuhan merupakan pokok dari hidup kita. Jika kita lepas dari pokok, tentu saja hidup kita tidak akan sampai pada pengalaman sukacita yang penuh.

Doa

Ya Tuhan, ajarilah kami untuk setia berjuang mendapatkan sukacita yang penuh. Semoga kami mampu menyatukan diri kami dalam kasih-Mu sendiri. Tuhan, kami persembahkan hidup dan perjuangan kami ke dalam kasih-Mu. Semoga kami merasakan sukacita dan membagikannya kepada sesama kami. Sebab Engkaulah sumber sukacita kami, untuk selamanya. Amin.

 

1731 Total Views 2 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *