Jalinsum Lampung Makin Rusak

Truk melintas pelan di Jalinsum depan SPBU Sukarame Bandarlampung
RADIO SUARA WAJAR – Jalan lintas Sumatera di wilayah Provinsi Lampung, seperti ruas Rajabasa-Panjang Bandarlampung, makin rusak di banyak titik, sementara tronton dan truk lainnya yang bertonase puluhan ton masih bebas melintasinya sehingga memperparah kerusakan jalan tersebut.
Seperti dilansir antaranews.com, Jumat (11/03), di Jalinsum ruas Rajabasa- Panjang Bandarlampung, Jumat, selain menghambat kelancaran arus lalu lintas, kerusakan itu juga mengancam keselamatan pengendara karena lubang jalan cukup dalam seperti di depan SPBU Sukarame.
Kerusakan Jalinsum terdapat di banyak titik, seperti di kawasan Unila, kawasan Kalibalok hingga kawasan Panjang.
Kerusakan jalan juga terdapat dari kawasan Rajabasa hingga Terbanggi Besar di banyak titik. Sejumlah pengguna jalan menyebutkan kerusakan jalan seharusnya segera diperbaiki agar tidak makin parah.
“Ketika kerusakan jalan masih kecil, semestinya langsung ditambal. Kalau lubang jalan tidak segera ditambal, sementara truk terus melintasinya. kondisi jalan akan makin rusak,” kata Duan, salah satu pengendara.
Sementara itu, tronton dan truk besar yang umumnya truk berpelat Lampung (BE) dan Sumsel (BG), masih tetap bebas melintasi Jalinsum sehingga makin mempercepat kerusakan jalan utama itu.
Tronton dan truk besar umumnya mengangkut batu bara dan komoditas lainnya ke arah kawasan Pelabuhan Panjang. Kendaraan dari arah Pelabuhan Panjang menuju Bandarlampung juga banyak melintas, dan muatannya juga jauh di atas tonase truk dan daya tahan jalan.
Selain itu, tronton juga mulai kerap terlihat memasuki daerah pusat bisnis seperti Jl Antasari dan Tirtayasa, untuk mengedrop bahan bangunan, terutama semen, besi dan asbes.
Jalinsum ruas Rajabasa-Panjang diperbaiki dan dilebarkan mulai Oktober 2012 lalu hingga tahun 2014. Biaya pelebaran jalan itu berasal dari pinjaman Bank Dunia dan APBN.
Dua pemenang tender proyek besar itu adalah PT Conbloc Infratecno (CI) dan PT Duta Graha Indah (DGI). PT CI melakukan pengerjaan mulai Rajabasa sampai Kalibalok sejauh 10 km dengan nilai proyek Rp133,4 miliar. Pengerjaan PT DGI mulai dari Kalibalok sampai Panjang sejauh 8,1 km dengan nilai proyek Rp97,2 miliar.
Kerusakan Jalinsum ruas Kalibalok-Panjang jauh lebih parah dibandingkan kondisi Jalinsum ruas Rajabasa-Kalibalok. Selain itu, kondisi trotoar jalan lintas itu juga rusak parah karena dijadikan sebagai tempat parkir tronton dan truk besar, seperti di depan Perumahan Bukit Kencana.
Truk juga bebas parkir di badan jalan yang terdapat larangan parkir atau berhenti. Namun para pengemudi tetap mengabaikan larangan parkir atau berhenti itu, karena tidak ada tindakan dari pihak kepolisian.
Sehubungan itu, pemerintah dan pihak terkait diminta segera memperbaiki jalan lintas itu agar tidak semakin hancur, membatasi tonase, serta menindak kendaraan yang parkir atau berhenti sembarangan.





