Wujudkan ketahanan pangan di Lampung, BKPD ajak berdiskusi Pokja Dewan Ketahanan Pangan

Rapat Pokja Ahli dan Pokja Tehnis Dewan Ketahanan Pangan (DKP) Provinsi Lampung di lantai dua kantor BKPD Provinsi Lampung, di Jl. Drs. Warsito No. 78 Teluk Betung, Bandar Lampung, Selasa 01 Maret 2016.

Rapat Pokja Ahli dan Pokja Tehnis Dewan Ketahanan Pangan (DKP) di lantai dua kantor BKPD Provinsi Lampung, di Jl. Drs. Warsito No. 78 Teluk Betung, Bandar Lampung, Selasa 01 Maret 2016.

BANDAR LAMPUNG, RADIO SUARA WAJAR – Berlari, itulah yang tengah dilakukan Badan Ketahanan Pangan Daerah (BKPD) Provinsi Lampung untuk mewujudkan katahanan pangan di bumi ruwa jurai ini.

Seperti yang dilakukan hari ini, Selasa 01 Maret 2016. BKPD kumpulkan seluruh anggota kelompok kerja (Pokja) Ahli dan Pokja Tehnis Dewan Ketahanan Pangan (DKP) Provinsi Lampung. Rapat berlangsung di lantai dua kantor setempat, di Jl. Drs. Warsito No. 78 Teluk Betung, Bandar Lampung.

Sekitar 50-an anggota baik dari Pokja Ahli dan Tehnis secara bersungguh-sungguh mengikuti rapat untuk membahas sejumlah masukan yang akan disampaikan pada Gubernur Lampung. Masukan ini sebagai bahan pertimbangan Gubernur untuk merumuskan kebijakan guna terwujudnya ketahanan pagan di Lampung.

Kepala BKPD Provinsi Lampung Ir. Kusnardi kepada Radio Suara Wajar usai rapat menjelaskan tiga sub bagian pokok yang dihasilkan, yakni ; bidang ketersedian, distribusi, konsumsi dan kemanan pangan.

“Yang pertama di bagian ketersediaan. Bagaimana caranya Lampung bisa menyediakan pangan yang bermutu, beragam dengan jumlah yang cukup,” katanya.

Sub bagian yang kedua menurut, Ir. Kusnardi adalah distribusi. Pada bagian ini berisi solusi agar bahan pangan yang diproduksi dapat diakses masyarakat dengan biaya terjangkau.

“Termasuk berbagai aspek, dari perdagangan, asosiasianya, perhubungan, dari Pekerjaan Umum (PU), jalannya harus bagus dan sebagainya,” terang Kusnardi.

Aspek terakhir yang dihasilakan pada rapat ini menurut Kepala BKPD Lampung ialah konsumsi dan keamanan pangan. “Jadi pangan itu walaupun murah ya harus aman. Murah kalau mengandung boraks dan formalin dan sebagainya ini tidak bagus,” pungkasnya.

Dikatakan Kusnardi, hasil rapat itu akan disampaikan kepada Gubernur Lampung dan wakilnya. “Jadi kita sarankan Pak Gubernur nanti bagaimana caranya supaya Lampung ini seluruh makanannya bisa aman. Beberapa langkah misalnya pengontrolan, monitoring, pembinaan dan terus kita evaluasi bagaimana dan apa yang harus kita lakukan untuk penciptaan penganekaragaman konsumsi dan keamanan pangan dengan melibatkan seluruh isntansi dan masyarakat,” tutupnya.

Pada tempat yang sama, Prof. Dr. Ir. Wan Abbas Zakaria, MS selaku Ketua Kelompok Kerja Teknis DKP Provinsi Lampung menitikberatkan pada pengupayaan kualitas ketahanan pangan di posisi yang mantab.

“Meningkat dari tahun-tahun yang lalu. Karena itu upaya-upaya peningkatan ketersediaan pangan, perbaikan dan optimalisasi distribusi pangan, dan bagaimana meningkatkan konsumsi pangan terutama sekali pangan hewani,” terang Dosan Fakultas Pertanian Universitas Lampung (Unila) ini.

Semua langkah-langkah itu, menurut Wan Abbas, akan ditempuh untuk terwujudnya peningkatkan Pola Pangan Harapan (PPH), Neraca Bahan Makanan (NBM) dan peningkatkan konsumsi hewani.

“Sehingga PPH kita meningkat skornya mendekati sekitar 88. Kemudian juga NBM kita mendorong pada kondisi yang surplus. Dan kita berharap juga nanti peningkatan konsumsi pangan hewani juga semakin meningkat dari tahun ke tahun,” pungkasnya.***

Reporter : Robert

1412 Total Views 2 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *