Kendala Undangan Paus ke Pakistan

RADIO SUARA WAJAR – Diberitakan delegasi pemerintah Pakistan, yang dipimpin oleh seorang menteri Katolik, Kamran Michael, menyatakan pihaknya akan mengundang Paus mengunjungi negara itu.

Michael mengatakan kepada media bahwa delegasi akan memberitahu Paus  bahwa Pakistan telah  memerangi terorisme. Dia mengatakan bahwa Pakistan adalah “negara cinta damai” dan harus diakui secara internasional. “Kunjungan Paus Fransiskus ke Pakistan kemungkinan pada tahun ini,” tambah Michael.

Menanggapi hal tersebut, para pemimpin Gereja mengatakan usulan pemerintah Pakistan mengundang Paus Fransiskus mengunjungi negara itu adalah “tidak realistis” mengingat situasi keamanan negara itu saat ini.

Kepala Paroki Gereja St. Paulus di Lahore, Pastor George Daniel, mengatakan tantangan keamanan Pakistan membuat Paus mungkin menolak kunjungan ke negara itu.

Vikjen Keuskupan Agung Lahore, Pastor Francis Gulzar mengatakan persiapan perlu dilakukan beberapa tahun terkait kunjungan Paus ke negara manapun.

Pendiri Institut Studi Perdamaian dan Sekuler, Saeeda Deep, menilai bahwa undangan itu tampaknya untuk meningkatkan citra Pakistan di luar negeri.

Pakistan menghadapi ancaman keamanan dari sejumlah jaringan Islam militan. Bulan lalu, militan Taliban menewaskan 21 orang di sebuah universitas di utara negara itu. Kelompok yang sama membantai 150 orang, 132 dari mereka anak-anak di sebuah sekolah di Peshawar tahun 2014.

Paus Yohanes Paulus II merayakan Misa di Stadion Nasional di Karachi selama tiga jam dalam kunjunganya pada 16 Februari 1981, menjadi satu-satunya Paus mengunjungi Pakistan. Sebuah bom kecil meledak di luar stadion beberapa menit sebelum ia tiba. (ucannews)

 

863 Total Views 4 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *