Frans Agung Mula Putra dorong penerapan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari

Sosialisasi Empat Pilar Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI)” di Kecamatan Menggala, Tulang Bawang, Jumat 15 April 2016.
TULANG BAWANG, RADIO SUARA WAJAR — Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Hanura Frans Agung Mula Putra mengajak seluruh komponen masyarakat untuk mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Hal itu disampaikannya saat menggelar “Sosialisasi Empat Pilar Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI)” di Kecamatan Menggala, Tulang Bawang, Jumat 15 April 2016.
Pada kesempatan itu, Frans Agung Mula Putra berharap masyarakat turut serta mensosialisasikan dan menerapkan empat pilar Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
“Sosialisasi empat pilar MPR sangat penting untuk menanamkan rasa cinta Tanah Air demi keutuhan berbangsa dan bernegara,” ungkap Anggota Komisi II DPR ini.
Frans mengajak warga Tulang Bawang untuk terus menumbuhkan rasa gotong royong, hormat menghormati sesama, sehingga tercipta kehidupan yang demokratis.
“Di dalam Pancasila sudah sangat dijelaskan. Salah satunya adalah kegotongroyongan,” ujarnya.
Menurut putra mantan Bupati Tuba dua periode, Abdurahman Sarbini ini, semangat kebhinekaan rakyat Indonesia mulai terkikis. Perbedaan yang dulunya menjadi pondasi berdirinya bangsa perlahan mulai dimunculkan sebagai isue yang memecah belah rakyat.
“Ini juga harus ada kemauan dari kepala daerahnya. Kalau kepala daerahnya tidak ada upaya maka pondasi yang dibangun tidak akan terwujud,” katanya.
Diutarakan Frans, terkikisnya semangat kebhinekaan telah menyebabkan tumbuhnya jiwa primordialisme masyarakat Indonesia diberbagai daerah. Hal ini dianggap menjadi ancaman serius bagi keutuhan NKRI bila terus dikembangkan.
“Primordialisme kembali muncul dan menjadi ancaman NKRI. Padahal, kebhinekaan harus terus dijaga sebagaimana semangat pendiri bangsa kita dulu,” terangnya.
Persoalan lainnya, tambah dia, mulai ada jarak antara negara dengan rakyat karena jiwa nasionalisme dan kebangsaan juga perlahan luntur.
“Tentunya persoalan ini berakibat pada lemahnya negara dan pemimpin di daerah. Karena kekuatan negara ada pada kekuatan rakyatnya,” pungkasnya.
Sebagai informasi acara sosialisasi empat pilar Pancasila ini dihadiri kurang lebih 150 peserta.***
Reporter : Robert


