Forum Persaudaraan Perempuan Lintas Agama

RADIO SUARA WAJAR – Sejumlah wanita berjilbab beragama Islam dari Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) bersama sejumlah wanita “berjilbab” beragama Katolik, yakni para suster dari berbagai Tarekat (AK, PI, BKK, dan OSF), di Semarang, Jumat (18/2), telah membentuk Forum Persaudaraan Perempuan Lintas Agama demi mewujudkan peradaban kasih bagi masyarakat Indonesia.

Pembentukan forum tersebut diputuskan setelah mereka menggelar pertemuan perdana atas inisiatif Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang (Komisi HAK KAS) Jumat sejak pukul 10.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB.

Ketua Komisi HAK KAS, romo Aloys Budi Purnomo Pr menjelaskan bahwa maksud dari pertemuan ini adalah untuk menggagas bagaimana bisa bersama-sama mewujudkan peradaban kasih bagi masyarakat Indonesia yang sejahtera, bermartabat dan beriman melalui para wanita berjilbab beragama Islam dan ‘berjilbab’ beragama Katolik.

Antusiasme para wanita tersebut dalam merespon gagasan Komisi HAK KAS tampak daam pertemuan yang dipandu oleh Lukas Awi Tristanto itu. Mereka pun langsung membentuk kepanitiaan kecil untuk memperlancar persiapan terwujudnya impian itu, yang diharapkan tidak hanya sesaat sekali terjadi, melainkan menjadi sebuah peristiwa yang berkelanjutan di masa mendatang. Kepanitiaan itu dikoordinatori oleh Ibu Ida dan Sr Yulia PI, dengan sekretaris Sr Bertha AK dan Ibu Solkhah.

Dalam rapat itu diputuskan pula kegiatan pertama akan dilaksanakan Rabu, 9 Maret 2016, di pelataran Gereja Kristus Raja Ungaran, dan rencananya, akan ditutup di halaman Masjid Jami’ Istiqomah Ungaran.

Acara itu diberi tajuk “Perjumpaan Hati untuk Perdamaian Pertiwi”. Ditargetkan sedikitnya dua ratus peserta akan dilibatkan dalam acara tersebut yang dimulai pukul 08.00 WIB (registrasi) hingga pukul 14.00 WIB. Acara akan dirangkai dalam suasana akrab silaturahim, dalam karakter seni budaya dan tausyiah.

Menurut Romo Aloys, pertemuan para Perempuan Berjilbab Muslimah dan Perempuan Berjilbab Biarawati Katolik itu merupakan awal yang baik dan diharapkan menjadi berkah di masa mendatang untuk kian mewujudkan peradaban kasih bagi masyarakat Indonesia yang sejahtera, bermartabat dan beriman, apa pun agamanya. (beritasatu.com)

 

580 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *