DKP Lampung Targetkan Peningkatan Produksi Ikan

Ilustrasi
RADIO SUARA WAJAR – Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung menargetkan peningkatan produksi ikan konsumsi pada 2016 minimal sebesar 23 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung Setiato, di Bandarlampung, Jumat, mengatakan, peningkatan produksi tersebut minimal harus mencapai produksi ikan Lampung pada 2014 bahkan 2013.
Data dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung menyebutkan, produksi total ikan budi daya di Lampung pada 2015 tercatat hanya 117.257 ton.
Jumlah tersebut jauh lebih rendah dibandingkan 2014 yang sempat mencapai 152.309 ton. Penurunan paling signifikan terasa pada produksi ikan laut yang mencapai 34,89 persen, dari 6.775 ton pada 2014, menjadi hanya 4.411 ton saja pada 2015. Sedangkan produksi ikan air tawar mengalami penurunan signifikan sebesar 24,33 persen dari 74.471 ton pada 2014 menjadi 60.298 ton pada 2015.
Untuk produksi ikan tambak, penurunan produksi pada 2015 pun terjadi sebesar 26,06 persen dari 71.063 ribu menjadi hanya 52.547 pada 2015.
Penurunan produksi perikanan budidaya di wilayah Lampung sepanjang 2015 disebabkan karena adanya musim kemarau berkepanjangan, yang menyebabkan berkurangnya sumber air.
“Salah satunya musim kemarau panjang, tapi memang pengetahuan pembudidaya kita tentang pemanfaatan air secara efektif masih sangat kurang,” kata dia.
Untuk meningkatkan produksi perikanan budidaya pada 2016, sejumlah upaya dilakukan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung. Salah satu upaya penting yang dilakukan adalah mendorong tumbuhnya produksi budidaya perikanan rumah tangga dengan mengkampanyekan perikanan organik.
Konsep perikanan organik mengedepankan pemanfaatan budidaya tanaman air untuk pakan ikan, dan menihilkan penggunaan pelet atau pakan ikan pabrik. Pada konsep ini, 70 persen biaya produksi bisa ditekan, karena tidak ada cost untuk membeli pelet, sehingga bisa dijangkau oleh pembudidaya rumah tangga, yang rata-rata modalnya kecil.




