Lampung Tengah Siapkan Dua Strategi Tanam

padi-gogo

Ilustrasi

GUNUNGSUGIH, RADIO SUARA WAJAR – Pada musim tanam tahun ini (Oktober 2015 hingga September 2016), Kabupaten Lampung Tengah merencanakan luasan tanam 10.650 hektare sawah dengan penerapan dua teknis tanam, jejer legowo dan gogo rancah.

Rencana tanam itu menyusul mulai adanya curah hujan setelah terjadinya musim kemarau panjang, terang Edi Daryanto Staf Bagian Musim Dinas Pertanian dan Hortikultura Lampung Tengah.

Seperti dilansir lampost.co, Jumat (20/11), akibat kemarau panjang, Dinas Pertanian menyosialisasikan cara tanam dengan gogo rancah. Sedangkan jejer legowo dinilai dapat menambah hasil produksi dari target yang ditentukan. Dua sistem itu, menurt Edi, dapat menanggulangi imbas kemarau panjang. Sebab, menurut dia, dengan cara tanam gogo rancah petani melakukan tanam dengan cara tajuk. Dengan menyiapkan lubang tanam yang juga berfungsi menyimpan air sehingga pada saat musim hujan, akan ada serapan dan simpanan air yang masuk lubang-ubang tajuk yang sudah disiapkan. Cara itu menurut Edi, setelah diuji coba di beberapa awah dapat meningkatkan hasil produksi dan mencegah gagal panen.

Cara kedua, yakni jejer legowo, awalnya hanya diujicobakan di wilayah Seputih Raman dan sekitarnya atau wilayah timur Lampung Tengah . Namun dengan melihat hasil yang bakal dipetik lebih menjanjikan, kebanyakan petani di beberapa wilayah termasuk wilyah barat Lampung Tengah pun akan segera menerapkan cara jejer legowo tersebut. Teknis ini, menurut Edi, berdampak dengan memperbanyak anakan sehingga ulai padi yang dihasilkan akan lebih banyak.

Karena cara ini menyiapkan ruang kosong untuk memungkinkan tumbuhnya anakan padi yang menghasilkan ulai padi lebih banyak. Teknis tanam ini dengan memberikan selang 3–hingga 4 pohon padi dibiarkan kosong tanpa di tanaman atau diberi jarak lebih longgar, teranganya dan hasilnya juga membuahkan hasil produksi yang lebih banyak.Pihaknya sudah melakukan uji coba di wilayah lamteng.

Mengenai sasaran produksi, menurut dia, Lampung Tengah menargetkan peningkatan produksi dari tahun sebelumnya 2015 sebesar 915.278 ton. Meskipun hasil sasaran belum diketahui karena masih menunggu hasil penghitungan dari Badan Pusat Statistik, tetapi Edi yakin pencapain itu bakal tercapai dengan melihat kondisi di setiap areal pesawahan ditambah dengan adanya peningkatan produktivitas, pada musim tanam tahun ini yang berkisar Oktober 2015 hingga September 2016 pihaknya menargetkan sasaran produksi 961.433 ton.

Meskipun besaran target demikian tinggi, menurut Edi, pihaknya optimistis akan tercapai karena dari hasil pantauan lapangan di beberapa tempat petani sawah tidak melakukan peralihan tanam meskipun sempat diterpa kamarau panjang. Hal itu karena adanya sosialisasi secara konsisten dari pihak dinas.

 

1757 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *