Ini Dia Keajaiban ASI yang Belum Pernah Anda Tahu!

manfaat-asi-bagi-ibu-dan-bayi-1-638RADIO SUARA WAJAR – Tak diragukan lagi, ASI (Air Susu Ibu) merupakan makanan terbaik untuk bayi. Maka tak heran, manfaat dari ASI eksklusif yang diberikan pada bayi usia 0-6 bulan ini tak tergantikan oleh apapun.

Keajaiban ASI yang tak tergantikan juga tersimpan di kolostrum. Kolostrum adalah cairan kental berwarna kekuningan atau jernih yang diproduksi pada hari-hari pertama persalinan.

1. Pentingnya Kolostrum untuk Bayi

Produksi kolostrum memang hanya sedikit, sebab disesuaikan dengan kebutuhan jabang bayi yang ukuran lambungnya masih sebesar kelereng.

Meski jumlahnya hanya sedikit, kandungan kolostrum memiliki banyak manfaat. Apa saja manfaat kolostrum? Di antaranya kolostrum lebih banyak mengandung antibodi, sel darah putih pembangun sistem kekebalan, dan asam lemak rendah kolesterol berantai panjang.

Kolostrum juga mengandung vitamin K yang sangat cukup untuk menghindarkan bayi dari perdarahan, serta mengandung faktor pertumbuhan dan lebih kaya vitamin, terutama vitamin A, daripada ASI matang.

Selain itu, kandungan protein antiinfektif pada kolostrum 3 kali lebih banyak ketimbang kandungan pada ASI matang. Protein antiinfektif dan sel darah putih yang terkandung di dalam kolostrum merupakan imunisasi pertama terhadap penyakit yang dihadapi bayi setelah dilahirkan. Kolostrum juga membantu mencegah infeksi bakteri berbahaya yang dapat menyebabkan sepsis dan risiko kematian.

Tak hanya itu, kolostrum memiliki efek pencahar ringan yang membantu membersihkan usus bayi dari meconium (tinja pertama bayi yang berwarna kehitaman).  Pembersihan akibat efek pencahar tersebut juga membantu membersihkan bilirubin dari usus sehingga dapat mencegah terjadinya bayi kuning (jaundice).

Perkembangan usus bayi yang belum matang pun terbantu oleh kolostrum. Alhasil, bayi terhindar dari infeksi, alergi, dan intoleransi terhadap makanan lain. ­Tak kalah penting, memberikan kolostrum pada awal menyusui akan membentuk bonding antara ibu dan bayinya.

2. Manfaat Menyusui untuk Ibu dan Bayi

Dalam jurnal The American Academy of Pediatrics 2012 disebutkan, menyusui bayi secara eksklusif menurunkan 63 persen risiko terjadinya infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), 77 persen risiko radang telinga (otitis media), 42 persen risiko alergi (dermatitis atopik), 64 persen risiko infeksi saluran pencernaan (gastroenteritis), 24 persen risiko kegemukan (obesitas), 30 persen risiko terkena penyakit gula (diabetes) dan 20 persen risiko terkena kanker (Leukimia).

Sementara bagi ibu, menyusui dapat mengurangi risiko perdarahan pasca melahirkan, mengurangi risiko anemia, kanker payudara, kanker indung telur, dan kanker rahim. Ibu yang menyusui juga menurunkan risiko osteoporosis dan berat badan berlebih.

Namun yang perlu diperhatikan, ibu menyusui sangat membutuhkan dukungan dari keluarga, terutama suami. Sebuah penelitian pada 115 ibu yang memiliki pengetahuan tentang ASI pada Journal Clinical Pediatrics 1994 menyebutkan, keberhasilan menyusui terdapat pada 98,1% kelompok yang suaminya mengetahui tentang ASI.

3. Menyusui Sebagai Kontrasepsi Alami?

Selain manfaat menyusui yang sungguh tak ternilai itu, banyak pula ibu yang menerapkan manfaat menyusui sebagai alat kontrasepsi alami. Memang, tidak menjamin dengan menyusui ibu bisa 100 persen terhindar dari kehamilan berikutnya. Toh, tak sedikit kehamilan yang terjadi saat ibu masih aktif menyusui, kan?

Ternyata ada faktor yang harus diperhatikan bila ibu menggunakan ASI sebagai alat kontrasepsi, terutama faktor frekuensi ibu memberikan ASI.

Ibu yang menjadikan menyusui sebagai alat kontrasepsi harus aktif menyusui setidaknya satu jam dalam satu hari. Misalnya sekali menyusui 10 menit, artinya paling tidak sehari 6 kali menyusui.

Pasalnya, dengan rutin dan sering menyusui bayi, maka otak kecil ibu memproduksi lebih banyak hormon prolaktin yang mampu menekan masa subur (ovulasi) dan membuat ibu menyusui menjadi tidak subur.

4. Tidak untuk Panjang

Namun seiring pertumbuhan usia anak dan aktivitas ibu, frekuensi menyusui biasanya akan berkurang. Nah, bagaimana metode kontrasepsi untuk para ibu yang masih menyusui, namun tidak lagi memberikan ASI eksklusif sehingga frekuensi menyusuinya tak lagi sering?

Metode kontrasepsi jangka panjang bisa menjadi pilihan yang tepat dan aman. Dengan demikian, sang ibu bisa merasa lebih tenang merencanakan kehamilan berikutnya, buah hati pun bisa tumbuh dan berkembang dengan optimal.

 

998 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *