Renungan Harian, Sabtu, 14 November 2015

10438169_10205005694489816_3091999056498888456_nSabtu, 14 November 2015
Hari Biasa Pekan Biasa XXXII

INJIL: Luk 18:1-8

Yesus menyampaikan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan bahwa mereka harus selalu berdoa tanpa jemu-jemu. Kata-Nya, “Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun. Di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku. Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun, namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku.” Kata Tuhan, “Perhatikanlah apa yang dikatakan hakim yang tidak adil itu! Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Apakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, apakah Ia akan mendapati iman di bumi?”

RENUNGAN:

Hakim yang tidak takut akan Allah memberikan apa yang diinginkan oleh sang janda supaya dirinya bebas dari gangguan sang janda. Akan tetapi, Hakim kita adalah Allah sendiri, Dia yang mahabaik. Dia hanya menginginkan apa saja yang baik bagi kita. Dia akan mendengar setiap doa kita dan akan memberi tanggapan-Nya yang paling baik bagi kita – dan hal inilah yang merupakan tantangan dari perumpamaan Yesus ini.

Dengan perumpaman tentang janda yang bertekun ini Yesus ingin para murid-Nya memahami bahwa dengan mengenal kebaikan Allah dan kesetiaan-Nya, maka hal ini akan memampukan mereka mencontoh atau mengikuti jejak-Nya. Melihat betapa lengkap dan total Yesus mengasihi dan taat kepada Bapa-Nya juga dapat memberikan kepada kita jaminan bahwa Allah pantas untuk kita percayai tanpa henti.

Apabila kita membawa berbagai kebutuhkan kita ke hadapan Allah dengan hati yang terbuka dan dengan ketekunan yang dimiliki sang janda, maka kita pun akan mulai mengenali suara-Nya melalui Kitab Suci dan melalui orang-orang lain. Kita mungkin saja tidak dapat melihat atau memahami bagaimana suatu situasi yang khusus sesungguhnya adalah bagian dari rencana Allah, namun kita akan tetap menaruh kepercayaan bahwa Allah akan menjawab doa-doa kita dengan cara yang belum atau tidak dapat kita bayangkan. Ini adalah iman yang dicari Yesus pada saat Ia kembali kelak.
Marilah kita memusatkan perhatian kita terutama pada belas kasih Allah dan kesetiaan-Nya, baru kemudian pada urusan-urusan kita sendiri.

DOA:

“Ya Bapa surgawi, terima kasih penuh syukur kuhaturkan kepada-Mu karena Engkau selalu mendengarkan doa-doaku dan tidak pernah menjauhkan kasih setia-Mu dari padaku. Amin.”

 

988 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *