Renungan Harian, Senin, 02 November 2015

kuburanSenin, 02 November 2015
Peringatan Mulia Arwah Semua Orang Beriman

Injil:  Yoh 6:37-40

Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.”

RENUNGAN:

Dalam sebuah misa requiem, seorang pastor dalam homilinya mengisahkan bahwa ada seorang nenek yang sudah berusia lebih dari 85 tahun bertanya mengapa kok dia belum juga ditimbali Gusti. Padahal dia sudah merasa sangat siap. Sebaliknya banyak orang yang lebih muda, bahkan jauh lebih muda dari nenek itu sudah meninggal dunia. Sang pastor kemudian menjawab bahwa di dalam Injil Yohanes 14:2 tertulis “Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu”. Kemudian sang pastor mengatakan bahwa tempat simbah itu belum siap, sehingga Tuhan belum memanggilnya.

Hari ini Gereja mendoakan arwah semua orang beriman. Itu artinya Gereja juga mengakui bahwa belum semua orang yang meninggal masuk dalam rumah Bapa. Masih ada arwah orang meninggal yang perlu senantiasa didoakan oleh Gereja. Peringatan ini didahului dengan Hari Raya Semua orang Kudus yang dirayakan oleh Gereja kemarin. Kiranya menjadi jelas bahwa dasar dari peringatan arwah semua orang beriman mempunyai kaitan yang tak terpisahkan dengan apa yang diyakini Gereja dalam perayaan kemaren. Gereja adalah “persekutuan para kudus. Persatuan mereka yang sedang dalam perjalanan dengan para saudara yang sudah beristirahat dalam damai Kristus, sama sekali tidak terputus. Bahkan menurut iman Gereja yang abadi diteguhkan karena saling berbagi harta rohani” (LG 49).

Bacaan Injil hari ini menunjukkan dengan jelas tenang iman orang-orang Kristiani akan adanya kebangkitan orang-orang mati. Kebangkitan itu menjadi buah istimewa dari orang-orang yang datang dan percaya pada Yesus. Syaratnya adalah datang dan percaya, tidak cukup hanya datang saja namun tidak percaya padaNya. Sehingga dapat kita katakana bahwa inti dari kebangkitan itu sendiri adalah Yesus Kristus. Kristus menjadi sumber kebangkitan satu-satunya. Berkat Kristuslah Allah menganugerahkan kebangkitan kekal bagi semua orang beriman. St Paulus menegaskan Kalau tidak ada kebangkitan orang mati, maka Kristus juga tidak dibangkitkan. Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu (1Kor 15:13-14).

Allah Bapa tidak mengendaki kematian. Allah menghendaki kehidupan. Kematian berarti kehancuran dari kehidupan, dan Allah bukanlah penghancur kehidupan. Ia datang membawa kehidupan. Kia sebagai orang beriman juga dikehendaki hidup oleh Allah, bukan dikehendaki mati. Dengan demikian pertanyaannya adalah bagaimana kita sekarang ini hidup? Jangan-jangan kita sendiri yang justru membuat diri kita dalam keadaan mati.
Dari pada membicarakan bagaimana orang mati, lebih membawa berkah jika kita membicarakan bagaimana kita saat ini hidup. Sudahkah hidup kita sesuai dengan yang dihendaki oleh Allah?

“Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman.”

DOA:

Ya Allah, Bapa surgawi, Engkaulah sumber dan tujuan hidup kami. Kami luhurkan dan kamu muliakan nama-Mu dalam kehidupan kami. Kami bersyukur untuk kehidupan yang senantiasa engkau limpahkan kepada kami. Semoga rahmat itu senantiasa kami perjuangkan. Semoga semangat hidup tidak pernah berhenti dalam diri kami. Bangkitkanlah kami jika dalam hidup ini kami mengalami kematin. Semoga kami mampu mengisi hidup kami dengan apa yang Engkau kehendaki. Dan pada akhirnya kami boleh berbahagia dalam kerajaan surga. Sembab Engkaulah tujuan hidup kami, kini dan selamanya. Amin.

 

4340 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *