Renungan Harian Selasa, 15 September 2015

12027745_10204715969926883_5685273215820060680_nSelasa, 15 September 2015
Peringatan SP Maria Berdukacita

Injil: Yoh 19:25-27

“Dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, istri Klopas dan Maria Magdalena. Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya, “Ibu, inilah anakmu!” Kemudian kata-Nya kepada murid-Nya, “Inilah ibumu!” Sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.“

RENUNGAN:

Peringatan “Santa Perawan Maria Berdukacita” hari ini mengungkapkan Maria sebagai teladan sempurna dari seseorang yang tetap setia berdiri di dekat kayu salib sampai saat kematian Puteranya. Tindakan kasih sedemikian mengungkapkan kemauan Maria untuk menanggung pencobaan macam apa pun, kesulitan apa pun, dan penderitaan sengsara yang bagaimana pun beratnya agar dapat tetap bersama dengan Yesus, berdoa untuk-Nya, dan mendukung Dia, walaupun hal itu berarti harus menyaksikan kematian-Nya yang mengenaskan di atas kayu salib.

Bayangkan betapa pedihnya hati Maria selagi dia menyaksikan segala ketidakadilan yang menimpa Putera-Nya dan juga sekarang penderitaan-Nya di atas kayu salib. Maria hanya dapat memandang Putera-Nya dengan kesedihan yang mendalam sambil berdoa kepada YaHWeH, Allah Israel. Maria dengan setia berada di dekat salib Putera-Nya itu, darah dagingnya sendiri. Sungguh seorang ibu sejati.

Sebagaimana telah dinubuatkan oleh Simeon, hati Maria akan ditembus oleh sebilah pedang penderitaan (lihat Luk 2:35). Akan tetapi, fiat Maria yang tanpa syarat dan karena fiat-nya yang keluar dari kedalaman hatinya, Maria mampu untuk menerima semua penderitaan yang harus ditanggungnya.

Maria berdiri tegak di bawah salib Putranya sebagai seorang yang menjadi “model” bagi kita semua dengan jawaban “ya”-nya kepada kehendak Allah secara berulang-kali, baik pada saat-saat susah maupun saat-saat penuh kegembiraan. Di bukit Kalvari Maria menunjukkan kepada kita bagaimana kita juga dapat berdiri dengan setia di dekat salib Yesus (Yoh 19:25).

DOA:

“Ya Bapa surgawi, kami menyerahkan setiap situasi yang kami hadapi kepada-Mu. Bunda Maria, doakanlah kami agar tetap tabah setia seperti dirimu pada saat-saat sulit dan dalam penderitaan hidup kami. Amin.

 

1510 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *