Tour Gunung Krakatau, Pada Rangkain Festival Krakatau 2015

Para peserta tour krakatau saat berada di bawah Gunung Krakatau (29/08).

Para peserta tour krakatau saat berada di bawah Gunung Krakatau (29/08).

BANDAR LAMPUNG,POTRET SUARA WAJAR — Festival Krakatau, merupakan event budaya dan pariwisata Lampung yang diselenggarakan setiap tahun oleh Pemerintah Provinsi Lampung. Sejak 1991, festival ini rutin diselengagarakan.

Serangkaian acara pada beberapa lokasi turut dihadirkan untuk memeriahkan acara ini dan dalam setiap penyelenggaraannya selalu menjadi daya tarik bagi banyak wisatawan untuk datang langsung menyaksikan event terbesar yang ada di Lampung ini, baik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Festival Krakatau diselenggarakan bertujuan untuk mengenang peristiwa letusan dahsyat Gunung Krakatau yang pernah terjadi pada Tahun 1883 silam. Dimana suara letusannya mampu terdengar hingga radius 4500 Km jauhnya dari pusat letusan dengan jumlah korban tewas mencapai sekitar 36.000 orang.

Sampai sebelum tanggal 26 Desember 2004, tsunami ini adalah yang terdahsyat di kawasan Samudera Hindia. Suara letusan itu terdengar sampai di Alice Springs, Australia dan Pulau Rodrigues dekat Afrika, 4.653 kilometer. Daya ledaknya diperkirakan mencapai 30.000 kali bom atom yang diledakkan di Hiroshima dan Nagasaki di akhir Perang Dunia II.

Letusan Krakatau menyebabkan perubahan iklim global. Dunia sempat gelap selama dua setengah hari akibat debu vulkanis yang menutupi atmosfer. Matahari bersinar redup sampai setahun berikutnya. Hamburan debu tampak di langit Norwegia hingga New York.

Peristiwa dahsyat ini kemudian dijadikan momentum bersejarah oleh Pemerintah Provinsi Lampung dengan mengadakan Festival Krakatau dan juga dimaksudkan untuk mengenalkan potensi pariwisata yang ada di Lampung, khususnya daerah Gunung Krakatau.

Wisata Festival Krakatau diselenggarakan dengan berbagai kegiatan yang menarik, seperti karnaval, gelaran budaya, pameran, atraksi seni tradisional, tour Gunung Krakatau, olahraga dan berbagai lomba menarik lainnya.

Pada Potret Suara Wajar edisi siar kali ini, Minggu 30 Agustus 2015, akan kami sajikan untuk Anda spesial mengenai tour Gunung Krakatau, yang merupakan salah satu rangkaian festival krakatau pada tahun 2015 ini.

Para peserta tour krakatau saat turun ke tepian pantai gunung krakatau dari kapal-kapal kecil yang mereka tumpangi, (29/08).

Para peserta tour krakatau saat turun ke tepian pantai gunung krakatau dari kapal-kapal kecil yang mereka tumpangi, (29/08).

Sabtu, 29 Agustus 2015, Radio Suara Wajar secara khusus mengikuti tour krakatau. Bersama rombongan media lain, pagi buta kami menumpang beberapa bus yang disediakan oleh panitia.

Kurang lebih dua jam perjalanan dari Bandar Lampung menuju ke dermaga kecil yang ada di dalam Grand Elty Krakatoa, Kalianda, Lampung Selatan.

Ada dermaga lain sebenarnya untuk menuju ke Gunung Krakatau, yakni di Pantai Canti, Kalianda, Lampung Selatan. Untuk tahun ini, panitia memilih Grand Elty Krakatoa.

Disana perahu-perahu ukuran sedang berkapasitas 30 orang penumpang. Perahu-perahu ini sudah disewa panitia untuk mengangkut rombongan peserta tour Krakatau 2015. Tidak serta merta di gerbang dermaga, peserta bisa “nyelonong” masuk semua, harus antri dengan jumlah orang yang dibatasi. Karena kondisi dermaga kecil disini kondisinya kurang layak, jadi ada kekawatiran jika melebihi kapasitas, akan ambrol.

Dari dermaga kecil dari Grand Elty Krakatoa ataupun Pantai Canti menuju ke Gunung Krakatau, akan memakan waktu 3-4 jam, itupun jika ombak bersahabat. Krakatau yang merupakan kepulauan vulkanik masih aktif dan berada di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatra yang termasuk dalam kawasan cagar alam ini.

Tidak semua peserta tour krakatau adalah para jurnalis. Selain menggandeng para komunitas seperti bloger, kelompok pecinta alam, mahasiswa, dll, juga ternyata panitia menggandeng peserta untuk masyarakat umum. Para pesertapun tidak dipungut sama sekali, alias gratis. Bernarka? Adakah yang tertarik untuk mengikuti kegiatan ini. Peserta umum dari Jakarta, Adin dan Dita mengaku antusias mengikuti festival krakatu ini, karena nama besar Gunung Krakatau yang melegenda.

Anak Gunung Krakatau (29/08)

Anak Gunung Krakatau (29/08)

Sementara itu, cerita menarik lain datang dari peserta dari Kalianda Lampung Selatan. Untuk mengikuti acara ini, Budi dengan tiga orang rekannya rela untuk menginap di pulau Sebesi semalam.

Pulau Sebesi adalah sebuah pulau yang secara administratif berada di wilayah Desa Tejang, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan. Berbentuk seperti gunung berapi dengan ketinggian 844m, secara geografis pulau ini terletak di selat Sunda atau wilayah selatan perairan Lampung. Lebih tepatnya Pulau Sebesi berada di sebelah selatan dari Pulau Sebuku, sebelah timur Pulau Serdang dan Pulau Legundi, serta sebelah Timur Laut Gugusan Krakatau.

Pulau ini merupakan daratan yang paling dekat dengan Gugusan Krakatau dan turut menjadi saksi kedahsyatan letusan besar Krakatau tahun 1883. Sejak dulu Pulau Sebesi sangat terkenal akan kesuburan tanahnya.

Pada sudut yang berbeda di bawah Gunung Krakatu, kami menjumpai ada turis mancanegara mengikuti tour ini. Nuha, turis mncanegara asal Singapura mengaku ingin mengetahui kemasyuran tempat wisata Gunung Krakatau ini. Dia berpesan pada para pengunjung pada tempat ini untuk selalu menjaga kebersihan.

Para peserta tour krakatau, saat hendak turun dari kapal, (29/08).

Para peserta tour krakatau, saat hendak turun dari kapal, (29/08).

Pecinta Radio Suara Wajar, ada yang berbeda dari tour Krakatau tahun ini berdasarkan klaim panitia. Saludin saat kami wawancarai di bawah Gunung Krakatau membeberkan perbedaan penyelenggaraan tahun ini.

Pecinta Radio Suara Wajar, penyelenggaraaan festival krakatau dinilai monoton dari tahun ke tahun. Seperti yang diungkapkan Budi Marta Utama, penggiat komunitas Paralayang Lampung. Dia dan kawan-kawannya kebetulan sudah beberapa kali diminta oleh panitia festival dari tahun ke tahun untuk mempersembahkan atraksi paralayang motor di lokasi anak gunung krakatau.

Komentar miring juga datang dari, Amir, peserta umum dari Kalianda Lampung Selatan. Dia menilai koordinasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten kurang dalam penyelenggaraan festival ini. Dia menilai juga, harusnya panitia memberdayakan warga sekitar, khususnya warga di pulau sebesi untuk kegiatan ini.

Perjalanan Suara Wajar pada Tour Krakatau 2015 telah ditayangkan pada menu acara Features Radio “Potret Suara Wajar” edisi Minggu 30 Agustus 2015 pukul 19.00 wib.***

Reporter : Robert

Foto        : Budiintips & Dean

977 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *