Paus Fransiskus: Jangan takut mengaku dosa

Pope Francis walks to a confessional during a Lenten penance service in St. Peter's Basilica at the Vatican March 13. During the service the pope announced an extraordinary jubilee, a Holy Year of Mercy, to be celebrated from Dec. 8, 2015, until Nov. 20, 2016. (CNS photo/Paul Haring) See POPE-PENANCE March 13, 2015.

Bapa Paus Fransiskus

Ucanews.com – Dengan percaya pada belas kasihan Allah yang tak terbatas, orang tidak perlu takut atau malu untuk mengaku dosa, kata Paus Fransiskus.

“Ada orang yang takut mengaku dosa, lupa bahwa mereka tidak akan menemukan seorang hakim yang parah di sana, tapi Bapa sangat penyayang,” kata Paus Fransiskus kepada ribuan orang yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus pada 2 Agustus untuk Doa Angelus.

Paus juga mengatakan kepada orang-orang berkumpul di bawah  panas matahari bahwa “ketika kita pergi ke ruang pengakuan, kita merasa sedikit malu. Itu terjadi kepada kita semua, tetapi kita harus ingat bahwa rasa malu ini adalah anugerah yang mempersiapkan kita untuk berada dalam pelukan Bapa, yang selalu mengampuni dan selalu mengampuni segalanya.”

Dalam pidato utamanya Bapa Suci berkomentar mengenai bacaan Injil hari itu dari Rasul Yohanes, yang menceritakan bagaimana orang banyak mengikuti Yesus setelah mukjizat penggandaan roti dan ikan.

“Orang-orang mengikuti Dia dikenyangkan dengan roti material yang telah menghilangkan  rasa lapar mereka sehari sebelumnya,” kata Paus Fransiskus. “Mereka tidak mengerti bahwa roti itu, yang dipecah-pecahkan bagi banyak orang, adalah ekspresi dari kasih Yesus.”

“Mereka memberi nilai lebih untuk roti itu daripada pemberi,” kata Bapa Suci.

Memberi makan kepada orang banyak, katanya, Yesus ingin menuntun  orang-orang kepada Bapa dan menghilangkan rasa “kekhawatiran akan makanan sehari-hari, pakaian, keberhasilan atau karir”.

Setiap orang mengalami lapar akan Dia dalam  hidup dan untuk selamanya, kata Paus Fransiskus. Yesus memenuhi yang kelaparan dengan karunia dirinya di kayu salib dan dalam Ekaristi.

“Yesus tidak menyisihkan orang yang sibuk dan mencari makanan sehari-hari,” kata Paus. Namun, “Yesus mengingatkan kita bahwa arti sebenarnya dari keberadaan kita di dunia adalah akhir – kekal – berjumpa dengan Dia, rahmat dan berkat.”

Dalam memberikan dirinya, Paus Fransiskus mengatakan, Yesus juga memberikan orang sebuah tugas: “Kita, akhirnya, memuaskan rasa lapar spiritual dan material dari saudara-saudara kita dengan mewartakan Injil di mana-mana.”

932 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *