Renungan Injil Mrk 16: 15-20

Yesus-kotbah-di-gunung-hidup-katolik

Injil Mrk 16: 15-20

” Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.” Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya”

RENUNGAN:

Ibu Ani adalah seorang pengusaha batik terkenal di desa kelahirannya. Setiap wanita yang memakai batiknya pasti terlihat anggun. Sehingga motif batiknya itu sangat diminati oleh ibu-ibu pejabat. Ibu Ani sudah memasuki usia sepuh dan hanya memiliki seorang putri. Suatu hari Ibu Ani yang sedang sakit keras mewariskan sebuah kain batik yang terbaik kepada putrinya dan berpesan kepadanya bahwa motif kain batik ini harus dicetak banyak dan dijual kepada ibu-ibu pejabat di Jakarta. Selain itu, sang putri diminta untuk menjadi wanita pertama yang memakainya. Tetapi sang putri tidak mau memakainya dan tidak percaya kalau motif itu akan disukai oleh ibu-ibu pejabat. Mengapa? Karena motif batik itu bergambar Salib Yesus di bukit Golgota.

Hari ini kita diajak untuk merenungkan Injil tentang amanat agung Yesus kepada para murid-Nya. Isi amanat agung itu terdiri atas tiga hal, yakni: Pertama, perintah untuk mewartakan Injil kepada seluruh bangsa bukan Yahudi. Kedua, saran supaya jangan memaksa orang untuk dibaptis kalau memang tidak percaya. Ketiga, janji Tuhan bagi orang yang percaya akan diselamatkan dan mengalami mukjizat. Semua orang Katolik sudah tentu memiliki kewajiban untuk melaksanakan amanat Agung Kristus dengan cara menjadi saksi-Nya. Akan tetapi mewartakan Injil Yesus bukanlah hal yang mudah diterima oleh banyak orang. Apalagi kalau kita sendiri tidak mau lebih dulu menjadi teladan sebagai murid Yesus yang memiliki kehidupan normal, rohani dan spiritual yang berpusat pada Kristus. Apakah anda sudah menerapkan amanat Yesus itu kepada orang-orang yang kita jumpai, terutama kepada keluarga anda sendiri?

DOA:

Ya Tuhan Yesus, bentuklah hatiku agar selalu mampu mewartakan Sabda-Mu. Amin.

5472 Total Views 3 Views Today

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *