Tekan Permainan Mafia, Pemkot Sebar 30 Ton Beras Tiap Hari

Beras

Pegawai Bulog menurunkan beras di Pasar Tempel Sukarame, Bandar Lampung

Tekan Permainan Mafia, Pemkot Sebar 30 Ton Beras Tiap Hari

BANDAR LAMPUNG, lampost.co — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung terus melakukan operasi pasar (OP) guna menekan tingginya lonjakan harga beras yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini diduga kuat dipicu ulah jaringan mafia beras antarpulau yang merambah ke Lampung.

Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Pemerintah Kota Bandar Lampung Andi Nurdin saat dihubungi, Minggu (1/3), mengatakan operasi pasar akan dilakukan pihaknya hingga harga beras di pasar kembali stabil. “Iya, kita masih terus melakukan operasi pasar sampai harga beras di pasar stabil kembali dan tidak memberatkan masyarakat,” tegasnya.

Dia menerangkan OP digelar di seluruh pasar-pasar tradisional yang ada di Kota Tapis Berseri setiap harinya, bekerjasama dengan Badan Urusan Logistik (Bulog). “Kita bekerjasama dengan Bulog melakukan operasi pasar setiap hari di seluruh pasar-pasar yang ada di Bandar Lampung,” terangnya.

Disamping itu, dia menjelaskan Pemkot setempat telah menyiapkan sedikitnya 30 ton beras setiap harinya untuk disebar di seluruh pasar yang ada di Ibukota Provinsi Lampung ini. “Kita siapkan 30 ton beras tiap harinya, kemudian dibagi ke pasar-pasar di kota ini,” kata Andi.

Adapun OP yang dilakukan pemkot ini dengan memberikan subsidi harga beras. “Sebelumnya kami sudah mengecek dulu harga beras di beberapa pasar, seperti Pasar Kangkung, Pasar Tugu, dan pasar tradisional lainnya, dan ternyata harganya hampir rata, kisaran Rp 10.000-Rp 11000 perkilo. Kalau beras yang kita jual setelah disubsidi ini sebesar Rp 7.500 perkilo,” paparnya.

1060 Total Views 3 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *