Paguyuban Sambungroso Siap Bantu Capres Suriname Temukan Leluhurnya di Banyumas

Capres Suriname Raymond Sapoen dan istrinya

Capres Suriname Raymond Sapoen dan istrinya

Paguyuban Sambungroso Siap Bantu Capres Suriname Temukan Leluhurnya di Banyumas

Metrotvnews.com, Banyumas: Sebagian masyarakat Banyumas, Jawa Tengah, boleh jadi tengah bergembira. Sebab, salah satu warga mereka kini mencalonkan diri sebagai Presiden Suriname yaitu Raymond Sapoen. Kebanggaan mereka muncul setelah Raymond Sapoen mengaku leluhurnya berasal dari Banyumas, tepatnya Desa Kanding, Kecamatan Somagede. Namun ia tak merinci asal usulnya sehingga dirinya mengaku masih memerlukan riset untuk memastikannya. “Saya adalah generasi ketiga. Saya punya catatan tentang leluhur saya, namun yang pasti mereka berasal dari Banyumas,” kata Raymond di sebuah media online Inggris, Jumat (6/2/2015).

Pengakuan Raymond itu membuat Arie Grobbe, seorang anggota Paguyuban Sambungroso Jawa-Suriname, angkat bicara. Arie yang kini bermukim di Kecamatan Bojongsari, Purbalingga, itu mengaku telah menelusuri asal-usul leluhur Raymond Sapoen. “Saya semakin yakin kalau Raymond Sapoen merupakan keturunan dari Sapoen yang berangkat dari Desa Kanding saat penjajahan Belanda dulu. Terus terang, saya senang karena penelusuran yang saya lakukan membuahkan hasil,” kata Arie, Minggu (8/2/2015).

Ia pun berharap Raymond bisa berkomunikasi dengan keluarganya di Desa Kanding. Sehingga, Raymond pun dapat mencari kebenaran tentang saudara-saudaranya. Tak hanya Raymond, Arie pun menelusuri jejak nenek Sang Calon Presiden. Arie mendapatkan informasi Sapoen merupakan kakek Raymond. Istri Sapoen bernama Kariyasentono asal Wonosobo. Berdasarkan arsip data pemerintah Belanda, Kariyosentono tiba di Suriname pada 1926. Dua tahun kemudian, Sapoen tiba di Suriname. Keduanya bertemu lalu menikah. Dari keduanya, enam anak lahir yaitu Siroen, Sadimin, Sadimin Hendrik, Satroen, Sarijah, dan Saimin. “Tapi saya tidak tahu, Raymond Sapoen anak dari siapa. Yang jelas, kalau memang Raymond Sapoen mau riset, saya siap membantu,” ujar Arie.

Sementara itu Kepala Desa Kanding Awal Nurhandoko mengaku senang bila ada cucu warganya yang menjadi calon presiden. “Kami hanya berdoa, semoga Raymond Sapoen mampu menduduki kursi presiden. Kalau berhasil, tentu warga di sini akan semakin berbahagia,” kata Awal.

Kesal Listrik Padam Dua Bulan, Warga Gotong Komputer ke Kantor PLN

MAMUJU UTARA, KOMPAS.com – Krisis listrik yang berlangsung selama dua bulan lebih di Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat, kian meresahkan warga. Warga yang kesal, Senin (9/2/2015) mengangkat komputer dan peralatan elektronik mereka ke Kantor Cabang PLN Pasangkayu.

Aksi ini antara lain dilakukan oleh Jonathan dan Yudi, dua warga Pasangkayu. Aksi ini merupakan simbolisasi kekesalan mereka karena pekerjaan komputasi yang menumpuk dan tertunda akibat ketiadaan listrik. Bahkan, anggota DPRD Mamuju Utara, Ikram Ibrahim, langsung melakukan inspeksi mendadak ke pembangkit PLN di Pasangkayu. Ikram mempertanyakan profesionalisme PLN dalam melayani pelanggan. Ikram menilai, seharusnya pemerintah daerah setempat turun tangan untuk mengatasi permasalah di PLN tersebut. Seharusnya, masa dua bulan lebih seluruh mesin yang rusak sudah bisa difungsikan, agar bisa melayani kepentingan publik.

Menanggapi hal ini, Sultan, Kepala PLN Ranting Pasangkayu mengatakan, kerusakan mesin PLN Pasangkayu menjadi kendala, hingga terjadi pemadaman listrik yang merugikan konsumen. Sultan lalu menjanjikan, paling lambat besok, listrik sudah bisa dioperasikan. Kondisi tersebut selama ini telah merugikan aktivitas perekonomian warga, dan bahkan kegiatan perkantoran di wilayah ini pun lumpuh.

Longsor di Bengkulu, Tiga Tewas Satu Hilang

BENGKULU, KOMPAS.com – Hujan deras yang mengguyur Bengkulu dalam beberapa pekan terakhir mengakibatkan longsor dan menewaskan tiga warga di Desa Tanjung Agung, Sindang Beliti Ulu, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. Minggu (8/2/2015). Selain itu, satu warga Desa Lawang Agung, Sindang Beliti Ulu, Kabupaten Rejang Lebong, Asna (30) hingga kini dinyatakan hilang karena tertimbun tanah longsor. Ketiga korban tewas yakni satu keluarga petani atasnama Win Sapri (30), bersama istrinya, Leni Maryanti (30) dan juga anak satu-satunya, Farenza (3). Informasi dihimpun Kompas.com, korban adalah petani yang biasa menginap di kebunnya.

Saat ini, korban sudah diangkat dan Minggu siang sudah dimakamkan di TPU Setempat. Kepala BPBD Provinsi Bengkulu, Kolendri menyebutkan hingga kini Gubernur Bengkulu telah menetapkan status darurat siaga bencana banjir dan longsor di daerah itu hingga Maret 2015. “Status siaga bencana darurat banjir dan longsor telah ditetapkan gubernur hingga Maret 2015, semua personel BPBD dan instansi terkait diminta untuk siap siaga,” kata Kolendri. Hingga kini petugas BPBD masih melakukan pencarian atas satu warga yang hilang tertimbun tanah longsor atas nama Asna.

Lapas Narkotika Pakem Disiapkan Jadi Pusat Rehabilitasi

YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Lembaga pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Pakem, Sleman, DI Yogyakarta disiapkan menjadi pusat rehabilitasi narkoba. Nantinya, program rehabilitasi bagi pecandu narkoba di lingkungan lapas akan diadakan secara gratis ujar Kepala BNN Provinsi DIY, Budiharso, Minggu (8/2/2015). Budiharso menuturkan, pembebasan dari biaya bagi rehabilitasi itu sudah jadi kesepakatan dalam rakornas. Rencananya program akan dimulai tahun ini.

Pada 2015 ini lanjutnya ditargetkan sebanyak 100.000 pengguna narkoba mengikuti rehabilitasi. Harapannya tahun depan meningkat menjadi empat kali lipat.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenkumham DIY, Endang Sudirman mengatakan persiapan Lapas Narkotika Kelas IIA Pakem Sleman menjadi pusat rehabilitasi tersebut menindaklanjuti kesepakatan antara Kemenkumham dan Badan Narkotika Nasional (BNN). Hanya saja, saat ini pihaknya masih menunggu teknis peraturannya termasuk mengenai waktu pelaksanaan. Jika berdasarkan data Kanwil Kemenkumham, saat ini ada sekitar 200 warga binaan yang menghuni Lapas kelas IIA Pakem Sleman. Warga binaan di Lapas Pakem Sleman terdiri dari bandar narkoba, pengedar, dan pengguna. “Nantinya yang berstatus pengedar maupun bandar, akan dipindahkan ke lapas khusus. Namun belum ada keputusan mengenai lokasi lapas khusus itu,” pungkas Endang.

Di Tanjung Benoa Ada Tempat Pernikahan di Bawah Air

ANJUNG BENOA, KOMPAS.com – Gabungan Pengusaha Wisata Bahari (Gahawisri) di Kabupaten Badung membangun wedding underwater atau lokasi pernikahan di bawah air di kawasan Pantai Tanjung Benoa. Saat ini, pembangunan lokasi tersebut sudah mencapai 97 persen.

Ketua Gahawisri Badung, I Made Tromat mengaku membangun lokasi pernikahan di bawah air karena tingginya permintaan beberapa wisatawan mancanegara. Selain itu, dari segi kondisi arus pun sangat memadai untuk dijadikan lokasi tsb. Tromat menambahkan, pembangunan lokasi wedding underwater itu sebenarnya sudah dilakukan sejak tujuh tahun lalu. Lamanya pembangunan lokasi tersebut karena masih mengembangkan terumbu karang buatan atau eksadon dalam lokasi tersebut. “Pembelian eksadon ini swadaya dari seluruh anggota Gahawisri Badung,” kata pemilik Apollo Watersport ini.

Sambut Pilkada Serentak, Demokrat Jatim Datangkan SBY

SURABAYA, KOMPAS.com – Partai Demokrat Jawa Timur mulai melakukan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah serentak di 18 kabupaten/kota di Jawa Timur pada Desember mendatang. Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun didatangkan ke Surabaya pada Minggu (8/2/2015) malam, untuk menyemangati para kadernya agar bekerja maksimal memenangkan calon yang diusung partai Demokrat.

Didampingi Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono, SBY bertatap muka dengan ribuan kader Partai Demokrat Jatim di Gedung Grand City Surabaya, dalam pertemuan tertutup. Seusai pertemuan, SBY menolak memberikan pernyataan kepada wartawan. Ketua Bidang OKK DPD Partai Demokrat Jatim, Hartoyo, mengatakan, dalam pertemuan tertutup itu, SBY menyampaikan pidatonya selama 60 menit. “Salah satu yang ditekankan adalah agar kader bekerja maksimal untuk memenangkan Pilkada serentak di Jatim,” kata Hartoyo.

Selain konsolidasi menghadapi Pilkada serentak di Jatim, kata Hartoyo, SBY juga berpesan agar para kader mempersiapkan partai menghadapi Pilpres dan Pileg pada 2019 nanti. “Meski waktunya masih panjang, tapi persiapan harus dilakukan mulai sekarang,” kata Hartoyo. Selain itu, SBY juga membahas persiapan Kongres Partai Demokrat yang rencananya digelar pada Maret atau April mendatang. Lokasi kongres belum ditentukan, namun ada tiga provinsi yang menjadi calon tuan rumah, yakni Jawa Timur, DKI Jakarta, dan Bali. Selain bertemu kader Partai Demokrat, SBY juga diagendakan mengisi kuliah umum di sejumlah perguruan tinggi negeri di Surabaya dan meninjau pelaksanaan BPJS di salah satu rumah sakit swasta.

Kantor Ahok Banjir, PNS Tak Bisa Kerja

VIVA.co.id – Kompleks Balai Kota DKI Jakarta sempat terendam banjir akibat hujan yang terus menerus turun sejak malam tadi. Salah satu staf Humas Pemprov DKI, Dhini Gilang Prasasti, mengatakan banjir mulai melanda kompleks pemerintahan yang terletak di Jalan Medan Merdeka Selatan itu sejak pukul 00.00 WIB tadi malam.
“Petugas yang berjaga di kantor melaporkan air mulai masuk pukul 00.00 WIB. Ketinggiannya mencapai 20 hingga 25 cm,” ujar Dhini saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Senin, 9 Februari 2015.

Dhini mengatakan, kawasan yang dilanda banjir adalah kawasan Blok F, tempat di mana staf Biro Humas dan Biro Protokoler, serta staf Pusat Pengendali Kesehatan (Puldakes) berkantor. Selain itu kata Dhini, kawasan pelataran Gedung Blok B di mana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat berkantor juga sempat terendam banjir. Kendati demikian Dhini mengatakan, banjir tersebut telah mulai surut sejak pukul 09.00 WIB. Saat ini, kata Dhini, PNS-PNS Pemprov DKI sedang bergotongroyong untuk membersihkan wilayah kantornya dari sampah dan kotoran-kotoran sisa banjir.

Banjir yang melanda kompleks Balai Kota, kata Dhini, juga telah menyebabkan aliran listrik dimatikan karena ketinggian banjir sempat mencapai ketinggian stop kontak yang berada di tembok-tembok. Akibat dari hal itu, kata Dhini, sebagian besar PNS yang berkantor di Gedung Blok F dan Gedung Blok B hingga saat ini belum bisa bekerja.

1539 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *