Menangkal Gerakan Radikalisme

Ilustrasi

RADIO SUARA WAJAR – Wadir Binmas Polda NTT, AKBP Drs. Dominicus S. Yempormase, dalam dialog Inter dan Antar Umat Beragama Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diselenggarakan Kesbangpol NTT di Kupang, Senin (29/2) petang mengatakan bahwa pemahaman agama yang relatif sempit menjadi salah satu faktor pendorong lahirnya gerakan radikalisme di Indonesia.

Selain itu ada penyebab lain, yaitu tidak menyadari makna Bhinneka Tunggal Ika, adanya ketidakadilan dalam kehidupan bermasyarakat, tidak puas terhadap kebijakan pemerintah, dan sentimen agama yang berlebihan. Semua menjadi pemicu lahirnya gerakan tersebut.

Menurut Dominicus, paham ISIS yang menggemparkan dunia belakangan mendapat perhatian luas dari dunia internasional, termasuk Indonesia. Hal ini tidak lepas dari aksi sadis seperti membantai orang yang tidak berdosa yang dipertontonkan oleh gerakan paham radikal tersebut kepada publik, khususnya melalui media sosial.

Dia mengungkapkan, untuk menangkal gerakan radikal maka perlu dibangun kebersamaan, hayati nilai-nilai luhur Pancasila sebagai Dasar Negara, mempertebal rasa kebangsaan, sadar bahwa kita berdiri di atas keanekaragaman, serta memahami ajaran agama yang dianut dengan baik.

Berkaitan dengan itu, Kepala Badan Kesbangpol NTT, Sisilia Sona mengatakan bahwa menangkal perkembangan paham radikalisme merupakan tugas dan tanggung jawab bersama dan dibutuhkan kerja sama semua komponen masyarakat di NTT.

Dia menambahkan, jika pemimpin umat mampu menjalankan perannya dengan baik maka umat tidak akan melakukan penyimpangan-penyimpangan yang bertentangan dengan nilai-nilai dan kaidah keagamaan, dengan demikian secara otomatis menjadi warga negara yang baik. (satuharapan)

 

1008 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *