Gereja Wisata Sasi

RADIO SUARA WAJAR – Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Yohanes Sanak mengatakan, Gereja St. Antonius Padua Sasi merupakan salah satu daya tarik wisata. Di lingkungan Gereja Sasi tersebut ada beberapa aktivitas penting seperti ibadah, kependidikan dan wisata religi dengan ritual agama Katolik. Orang mengunjungi Gereja St. Antonius Padua Sasi untuk berdoa sekaligus berwisata.
Yohanes Sanak menyebutkan, ada sejumlah obyek wisata religi lain di Kabupaten TTU yang sudah familiar bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) bahkan dari luar NTT. Misalnya Gua Maria Bitauni serta Upacara Kure di Noemuti yang masih kental dengan tradisi Portugis.
Yohanes Sanak mengakui untuk mengembangkan obyek wisata religi di TTU pemerintah perlu mendapat izin dari Keuskupan Atambua. Ia mencontohkan, dua tahun lalu pemerintah mempunyai dana untuk membangun pagar dan pelataran parkir di Gua Bitauni. Pembangunannya atas izin Uskup Atambua.
Untuk Gereja Sasi, pihaknya belum mempunyai konsep pengembangan yang spesifik. Namun, promosi gencar dilakukan pemerintah lewat beragam cara. “Ini (Gereja Sasi) adalah salah satu daya tarik wisata. Gereja Sasi dikelola oleh misi. Jadi, sejauh mana pemerintah bisa masuk kita harus izin dan dengan batasan-batasan juga dari pemerintah,” kata Yohanes.
Yohanes Sanak menambahkan, daya tarik lain dari Gereja Sasi adalah kiprah sanggar seni yang sering tampil pada acara-acara tertentu. Anggota sanggar merupakan binaan Gereja Sasi. (poskupang)





