Kontribusi Rp471 Miliar Bagi Ekonomi Bandarlampung, Grab Bantu Digitalisasi UMKM Lokal Lewat Program #TerusUsaha

Richard Aditya, Ir. Pola Pardede, Agus Nompitu, Chusnunia Chalim.

  • Program #TerusUsaha bantu percepat pertumbuhan dan transformasi digital ratusan ribu UMKM di Bandarlampung agar siap hadapi era tatanan hidup baru pasca-COVID-19
  • Hasil riset terbaru yang dilakukan di Bandarlampung mencatat, para pekerja informal yang tergabung dalam ekosistem Grab telah menyumbang Rp471 miliar untuk perekonomian lokal
  • Grab luncurkan Laporan Dampak Sosial edisi kedua yang difokuskan pada dampak COVID-19.

SUARAWAJAR.com, BANDARLAMPUNG — Untuk mempercepat proses transformasi digital ratusan ribu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Bandarlampung memasuki era tatanan baru, aplikasi serba bisa terkemuka di Indonesia, Grab, hari ini meluncurkan program #TerusUsaha di kota ini. Sebagai program yang mendukung inisiatif #BanggaBuatanIndonesia milik pemerintah, #TerusUsaha mencakup berbagai inisiatif akselerasi khusus untuk melatih dan meningkatkan keterampilan UMKM, serta iklan gratis untuk membantu mereka meningkatkan visibilitas secara online sehingga dapat meningkatkan penjualan. Grab juga meluncurkan microsite yang dirancang khusus bagi UMKM untuk memberikan tips dan juga pengetahuan penting agar mereka dapat mengembangkan bisnisnya.

Masyarakat Lampung terbilang cukup dekat dengan usaha berskala kecil dan sektor informal lainnya. Terhitung awal 2018, Dinas Koperasi dan UKM (Depkop) Provinsi Lampung mencatat ada 157.922 pelaku UMKM dengan 64% di antaranya merupakan pelaku usaha berskala mikro . Menjamurnya para gig workers dan para pekerja informal ini membuat sektor ini menyerap banyak tenaga kerja dan juga menjadi salah satu tulang punggung bagi perekonomian Bandarlampung. Berdasarkan riset dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics, gig workers di empat layanan Grab secara keseluruhan berkontribusi sebesar Rp471 miliar pada perekonomian Bandarlampung pada 2019 lalu. Dua hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan untuk digitalisasi dan peningkatan kapasitas UMKM untuk bisa beradaptasi dan berkembang menjadi penting agar ketangguhan ekonomi di kota Bandarlampung dapat terjaga di era new normal ini.

Richard Aditya, Head of West Indonesia Grab Indonesia, mengajak bisnis kecil dan tradisional di Bandarlampung untuk merangkul teknologi agar tidak tertinggal dalam era digital. “UMKM merupakan tulang punggung perekonomian berbagai kota di Indonesia dan Grab ingin membantu para UMKM ini berkembang lebih maju dengan meningkatkan daya saing mereka di pasaran. Selama pandemi ini, kami melihat bahwa UMKM yang belum beralih ke platform digital telah merasakan dampak negatif dari pandemi ini, yaitu jumlah pelanggan mereka berkurang akibat dibatasinya kegiatan masyarakat di luar rumah. Ini membuat kami fokus pada digitalisasi dan edukasi UMKM agar mereka bisa bangkit, karena saat mereka bertumbuh, ketahanan ekonomi kota akan terjaga. Program #TerusUsaha ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang GrabForGood yang bertujuan memastikan seluruh masyarakat Indonesia dapat menikmati manfaat positif dari teknologi kami yang inklusif.”

Program #TerusUsaha: Bantu Transformasi Digital UMKM Bandarlampung agar Lebih Berkembang

#1) Meningkatkan Visibilitas dan Permintaan

Dukung Usahawan Lokal: Grab akan membantu puluhan ribu UMKM untuk meningkatkan visibilitas online dan meningkatkan penjualan melalui penyediaan iklan gratis khusus pada laman utama aplikasi. Grab juga akan memberikan ruang untuk beriklan di media sosial dan saluran digital Grab, serta influencer media sosial yang bekerja sama dengan Grab. Pelanggan akan diarahkan pada laman transaksi langsung saat meng-klik iklan ini.

#2) Memberikan Pelatihan Keterampilan dan Pertumbuhan bagi Bisnis Kecil

  • Microsite khususwww.grabforgood.id, diperuntukan khusus bagijutaan UMKM untuk mencari tips terkait pengembangan bisnisnya, inspirasi dan konsultasi dengan berbagai bisnis kecil yang sukses. UMKM juga dapat langsung bergabung dalam ekosistem digital Grab melalui website ini.
  • Program “Grab Akselerator UMKM” yang bermitra dengan organisasi nirlaba, Sahabat UMKM, dalam menyediakan program pelatihan dan dukungan bagi pemilik usaha kecil di Indonesia. Peserta terpilih akan mengikuti program pelatihan gratis selama 2,5 bulan yang difokuskan pada Business Assessment, Product Review dan Konsultasi. Berbagai topik juga akan dibahas termasuk legalitas, pemasaran, literasi keuangan, pengelolaan sumber daya, modal, hingga daya saing produk.

Para pemilik usaha kecil dapat mendaftarkan diri mereka di microsite mulai 20 Juli 2020. Program pelatihan ini akan diberikan oleh praktisi yang ahli dan berpengalaman di bidangnya, termasuk Irvan Helmi (pemilik Anomali Coffee), Hendy Setiono (pemilik Kebab Baba Rafi), dan juga pengajar dari DJKI Kemenkumham, Kementerian Keuangan, hingga dosen akademis.

#3) Menciptakan Kesempatan Pendapatan Baru Bagi Mereka yang Membutuhkan

  • Aplikasi GrabMerchant yang dapat diunduh untuk mendaftarkan menjadi merchant GrabFood dan GrabMart secara mandiri. Aplikasi ini membantu UMKM untuk mendigitalisasi operasional mereka secara menyeluruh, memasukkan profil karyawan, berbelanja barang-barang keperluan, membuat iklan, hingga mendapatkan laporan penjualan dengan mudah dalam satu aplikasi.
  • Menjadi Agen Individu GrabKios: Grab juga menghadirkan inisiatif untuk membantu masyarakat yang mata pencahariannya terdampak akibat COVID-19, untuk bergabung sebagai agen individu GrabKios dan mendapatkan penghasilan tambahan. Mereka bisa menawarkan produk finansial dan digital seperti pengiriman uang, pembelian produk asuransi mikro, pembayaran tagihan, dan pulsa melalui aplikasi GrabKios kepada 170 juta masyarakat Indonesia yang belum memiliki akses perbankan. Individu yang tertarik hanya perlu mengunduh aplikasi GrabKios untuk mendaftar.

Chusnunia Chalim, Wakil Gubernur Provinsi Lampung yang mewakili Gubernur Provinsi Lampung, mengapresiasi terobosan Grab di masa pandemi sebagai salah satu upaya menjalankan protokol kesehatan, karena melalui program ini, penjual dan pembeli dapat terlindungi.

“Pemerintah Provinsi Lampung juga senantiasa mendorong UMKM agar digitalisasi. Selama ini, UMKM memiliki hambatan atau kesulitan dalam memasarkan produknya, keberadaan Grab sangat membantu karena dapat memfasilitasi untuk menyambungkan antara produsen dengan konsumen. Selain itu, diperlukan adanya kolaborasi pemerintah dan swasta dalam meningkatkan peran UMKM sebagai penggerak sektor riil dan pilar perekonomian di Indonesia,” jelasnya.

Riset: UMKM dan Gig Worker Sumbang Rp471 Miliar Pada Perekonomian Bandarlampung

Pada hari ini, Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics juga merilis studi yang dilakukan di bulan Januari 2020 di kota Bandarlampung. Riset ini menemukan bahwa gig economy yang didukung oleh teknologi Grab telah memberi dampak bagi ketahanan ekonomi Bandarlampung. Mitra Grab yang disurvei menyatakan bahwa Grab tidak hanya menawarkan peluang ekonomi yang lebih baik bagi pekerja informal (yang merupakan 56,5% dari total tenaga kerja Indonesia), tetapi juga meningkatkan pertumbuhan bisnis kecil dan menciptakan lapangan pekerjaan di luar platform Grab.

Peningkatan Pendapatan & Pemasukan. Mitra merchant GrabFood dan agen GrabKios Bandarlampung yang disurvei melihat peningkatan pendapatan hingga 34% menjadi Rp56,3 juta per bulan, sedangkan rata-rata pendapatan agen GrabKios Bandarlampung meningkat 27% menjadi Rp9 juta per bulan sejak bergabung. Sebanyak 57% mitra merchant GrabFood Bandarlampung juga mengaku tidak perlu penambahan modal untuk meningkatkan bisnisnya. Peningkatan penghasilan yang sangat signifikan pun dirasakan oleh mitra pengemudi GrabCar dan GrabBike di Bandarlampung dengan peningkatan pendapatan hingga 81% menjadi Rp7,1 juta per bulan dan 144% menjadi Rp3,6 juta per bulan setelah bergabung dengan Grab. Peningkatan ini membuat para mitra bisa menabung yang membuka akses keuangan lainnya, seperti produk investasi dan pinjaman. 28% mitra pengemudi GrabBike dan 14% mitra pengemudi GrabCar di Bandarlampung baru membuka rekening tabungan pertama mereka ketika bergabung dengan Grab.

Akses Perbankan. Lebih penting lagi, kesempatan pemasukan yang ditawarkan Grab telah memungkinkan lebih banyak mitra untuk menabung secara rutin. 72% mitra pengemudi GrabBike dan 79% mitra pengemudi GrabCar sekarang rutin menabung di bank dengan rata-rata tabungan masing-masing Rp745 ribu hingga Rp1,6 juta. Sebagai tambahan, 58% dari mitra pengemudi GrabBike dan 77% mitra pengemudi GrabCar mengatakan bahwa mereka dapat meminjam uang dengan lebih mudah setelah bergabung dengan Grab, karena penyedia jasa keuangan lebih memercayai mereka. Hal ini memberi mereka kesempatan untuk mengajukan pinjaman agar dapat mengembangkan bisnisnya atau berinvestasi pada motor atau mobil baru.

Teknologi Membuka Kesempatan Usaha.Di Bandarlampung riset tersebut menjelaskan 13% mitra merchant GrabFood Bandarlampung terinspirasi untuk memulai bisnisnya karena adanya GrabFood dan 14% mitra merchant menggunakan GrabFood saat pertama kali memulai bisnisnya. Seiring dengan tumbuhnya bisnis mitra merchant GrabFood dan agen GrabKios, mereka juga menyerap tenaga kerja dari komunitas mereka. 23% mitra merchant GrabFood dan 5% agen GrabKios di Bandarlampung menambah pegawai baru sejak bergabung dengan Grab.

Lionel Priyadi, M.A, Senior Economist, Tenggara Strategics, mengungkapkan bahwa gig workers yang ada di dalam platform Grab membantu meningkatkan nilai kehidupan untuk banyak pihak. “Riset yang sudah dilakukan di Bandarlampung memberikan data tentang kontribusi perekonomian yang langsung dirasakan oleh para gig workers di Bandarlampung. Kami melihat adanya peningkatan 10% dari kualitas hidup para pekerja informal setelah bergabung dengan Grab. Masyarakat di sekitar juga tetap merasa terbantu dalam hal-hal lainnya terlebih saat mereka harus di rumah akibat wabah COVID-19. Sistem digital ini juga yang akan menyiapkan para gig workers untuk menyambut era tatanan hidup baru.”

Grab For Good: Komitmen Grab Bagi Kota Bandarlampung dalam Menyambut Tatanan Hidup Baru

Grab telah meluncurkan Laporan Dampak Sosial 2019/2020 Edisi Keduayang difokuskan pada dampak COVID-19 terhadap komunitas dan cara Grab meresponsnya. Di Indonesia sendiri, Grab telah berkomitmen lebih dari Rp260 miliar untuk memerangi penyebaran virus COVID-19 dan menciptakan lebih dari 24 inisiatif baru di Bandarlampung, Grab telah menghadirkan 3 layanan baru untuk mendukung mitra, masyarakat, dan juga UMKM di tengah pandemi. Layanan GrabMart dan GrabAssistant hadir untuk memberikan kesempatan pendapatan tambahan bagi mitra pengemudi GrabBike dan GrabCar di tengah pandemi. Grab juga menghadirkan layanan GrabProtect,armada khususpertama di Indonesia yang memberikan perlindungan tambahan bagi mitra pengemudi dan pelanggan berupa partisi dari plastik tebal untuk keamanan perjalanan.

Ir. Pola Pardede, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kota Bandarlampung, yang mewakili Drs. H. Herman Hasanusi, M.M, Walikota Bandarlampung, sangat mengapresiasi langkah Grab dalam menunjang perekonomian rakyat Lampung dengan membantu para gig workers dan UMKM lokal. “Pemerintah kota Bandarlampung menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas peluncuran program #TerusUsaha di kota Bandarlampung. Kami percaya bahwa UMKM memerlukan bekal cukup untuk memajukan perekonomian Indonesia. Digitalisasi diperlukan untuk memastikan UMKM dapat bersaing secara luas. Saat UMKM berkembang, sektor ini akan memberikan lebih banyak kesempatan dan peluang pekerjaan bagi lebih banyak orang.”

Grab yakin Program #TerusUsaha yang dijalankan di Bandarlampung mampu mengembalikan perekonomian masyarakat lokal akibat wabah COVID-19. “Kami akan terus berupaya agar wirausahawan mikro atau bisnis sekecil apa pun mampu beradaptasi dalam era tatanan baru dan mempertahankan mata pencaharian mereka.  Masa depan memang tak bisa diprediksi, tetapi masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang mampu menghadapi tantangan dan terus bertahan. Sejalan dengan misi Grab For Good, kami berharap dapat membantu UMKM untuk bangkit bersama dan bersama ubah susah jadi mudah dengan #TerusUsaha,” tutup Richard.

Kisah UMKM Digital di Lampung: Bangun Usaha di Tengah Pandemi

Salah seorang pelaku UMKM di Bandarlampung yang telah merasakan manfaat digitalisasi adalah Ketut Anggar Sae Prima (24 tahun). Pada masa pandemi, Anggar membuka usaha kedai kopi Bun.Kopi karena melihat kopi sudah menjadi gaya hidup dan tren yang semakin meningkat. Anggar merasakan tantangan di bisnis ini adalah kompetitor sejenis yang semakin menjamur.

“Agar semakin dikenal masyarakat Lampung khususnya, saya langsung mendaftarkan usaha ke GrabFood. Bisnis kopi kekinian yang saya jalankan ini langsung mengadopsi sistem digital karena saya mau menjangkau lebih banyak pembeli dan memudahkan mereka untuk membeli kopi tanpa harus datang.”

Saya juga aktif mengikuti program yang diadakan Grab untuk mitra merchant dan terbukti, penjualan saya meningkat bahkan pernah menyentuh belasan juta per harinya. Kini 70% pembeli Bun.Kopi memesan minuman secara online.

Saat ini Bun.Kopi fokus untuk melakukan pengembangan dari hanya kedai kopi sekarang merambah ke makanan ringan sebagai pelengkap. Teknologi benar-benar membantu bisnis kecil untuk tumbuh dan saya berharap agar semakin banyak UMKM yang memanfaatkan teknologi agar tidak tertinggal.***

Editor : Robert

74 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *