Renungan Harian, Rabu 27 April 2016

Injil: Yohanes 15:1-8

Pokok anggur yang benar

15:1 “Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. 15:2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. 15:3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. 15:4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. 15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. 15:6 Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting  dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. 15:7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. 15:8 Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.”

Renungan

Beberapa waktu yang lalu, dalam salah satu tulisannya, koran kompas menulis tentang salah satu kecenderungan manusia sekarang. Sudah lama ada semangat ‘tangan kanan memberi, tangan kiri jangan sampai tahu’. Tentu saja artinya adalah memberi tanpa mengharapkan imbalan, ketika kita berbaik hati, berbuatlah kebaikan itu dengan tulus. Namun saat ini, dengan kemajuan tekhnologi yang ada, semoyan itu berubah bunyi menjadi ‘tangan kanan memberi, tangan kiri selfi’. Tidak hanya berhenti disitu, setelah selfi kemudian foto-fotonya diupload atau diunggah ke media sosial, entah FB, atau tweeter, atau instagram, atau yang lainnya.

Di jaman sekarang kita bisa dengan sangat mudah mengunduh (download) apapun yang kita mau dari jejaring sosial atau internet. Sekali pencet klik, apa yang kita ingini segera kita dapatkan. Entah mengunggah atau mengunduh, dunia saat ini memberi kemudahan yang serba hampir tak terbatas. Sekali klik, kita akan memperoleh kepuasan atas apa yang kita kehendaki, baik oleh mata maupun oleh rasa. Tanpa berpikir panjang, kita akan mendapat kemudahan-kemudahan dan kenyamanan yang dunia tawarkan. Namun, apa yang ditawarkan dunia bukanlah kenyamanan kekal.

Berbicara dalam iman, kenyamanan kekal sudah pasti diberikan oleh Tuhan. Rahmat kesatuan kita dengan Tuhan menjadi jaminan yang tidak bisa ditawar. Kesatuan ini tidak bisa dunduh begitu saja, sekali klik semua beres. Merenungkan Injil hari ini, Yesus sebagai pokok anggur mengajak kita untuk mempunyai kesatuan yang erat dengan sang pokok. Jika kesatuan itu tidak terjadi, kita menjadi ranting yang pasti akan mati dan tidak berguna.

Bagaimana kita bisa bersatu dengan Sang Pokok? Yakni dengan berusaha untuk senantiasa menginduk, jika tidak, kita akan mudah terlepas dari Pokok Anggur. Rahmat kesatuan ini bukan rahmat download, yang kita unduh dengan segala kemudahannya. Tuhan tidak bisa kita unduh, kesatuan dengan-Nya memerlukan usaha yang terus menerus dari pihal kita. Kesatuan kita dengan Tuhan akan menjamin keselamatan. Keselamatan dalam nama Tuhan akan menjadikan hidup kita menjadi damai. Damai itu menjadi sumber kebahagiaan kita, baik yang sekarang maupun yang akan datang.

Kebahagiaan dan kedamaian dalama Tuhan tidak bisa didownload dan diupload, diunduh dan diunggah, seperti yang biasa kita lakukan di media sosial. Kebahagiaan dan kedamaian dalam Tuhan memerlukan usaha dan peran serta dari diri kita. Mereka tidak datang dengan sendirinya, mereka merupakan buah dari usaha dan perjuangan kita yang terus menerus.

Bersatu dengan Pokok Anggur menjadi syarat yang tidak bisa dipungkiri. Jaminan keselamatan hadir jika kita setia dan tekun bersatu dengan Yesus yang adalah pokok anggur. Mari mohon rahmat itu agar kita dalam situasi hidup seperti apapun tetap mempunyai kesatuan dengan Sang Pokok. Terpisah daripada-Nya adalah kehancuran yang mendalam.

Doa

Ya Tuhan, kami bersyukur atas limpah rahmat yang senantiasa Engkau curahkan kepada kami. Ajarilah kami untuk senantiasa mempunyai kesatuan dengan-Mu sendiri. Jangan biarkan kami menjadi ranting yang terpisah, yang layu, kering dan mati. Semoga kami senantiasa mengalami kesegaran yang bersumber dari-Mu sendiri. Tuhan, damping dan tuntunlah hidup kami. Amin.

 

1046 Total Views 2 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *