Renungan Harian, Sabtu 27 Februari 2016

Sabtu Prapaskah II

Injil: Lukas 15:1-3;13-32

…15:22 Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya. 15:23 Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita. 15:24 Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali…15:32 Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.

Renungan

Kisah Bapa yang mahabaik dalam Injil hari ini sering kali menjadi model bagaimana kita mengerti Bapa yang senantiasa memberi belas kasih dan pengampunan. Si bungsu yang sudah merendahkan bapanya sendiri sampai pada tidak menganggap bapanya masih hidup, telah melakukan tindakan yang bagi pandangan manusiawi tidak beradab. Meminta warisan sebelum waktunya menjadi tanda yang jelas bahwa si bungsu menentang tradisi budaya yang selama ini membesarkan dia.

Kita tidak tahu persis apa yang melaterbelakangi si bungsu sampai pada sikap yang demikian, seperti yang dikisahkan dalam Injil. Yang kita tahu adalah si bungsu meminta warisan dari ayahnya, menjualnya, menghamburkannya. Akibatnya adalah si bungsu direndahkan sampai pada titik yang paling rendah, disamakan martabatnya dengan babi-babi.

Peristiwa sederhana yang menjadi titik balik si bungsu sebenarnya adalah peristiwa yang lumrah terjadi, yakni rasa lapar akan makanan. Peristiwa yang nampaknya begitu sepele menjadi titik balik yang luar biasa bagi si bungsu. Niatnya kembali kepada bapanya sebenarnya hanya motivasi untuk mendapat sekedar pekerjaan dan makanan. Namun bapanya tidak melihat hanya sampai di situ. Motivasi yang begitu sepele tidak menjadi pertimbangan bapanya apakah akan menerimanya kembali atau tidak. Kenyataannya adalah bapanya menerima kembali si bungsu dan memulihkan lagi martabatnya sebagai seorang anak. Si bungus belum selesai mengatakan apa yang sudah ia rancang, bapa sudah langsung menerimanya tanpa syarat, tanpa melihat apa yang lalu sudah terjadi.

Si sulung sering kali menjadi gambaran bagi kita bahwa kita masih sering melihat orang lain dengan cara pandang yang lama. Si sulung melihat adiknya sebagai adik yang keadaanya seperti ketika ia hendak pergi. Cara pandangnya tidak berubah, ia tetap mengingat dosa kesalahan adiknya. Akibatnya yang terjadi adalah ia tidak mau menerima bungsu kembali. Ia belum siap untuk melihat si bungsu yang saat ini.

Kitapun tidak jarang melihat orang lain dalam keadaan yang dulu. Kalau dulu orangnya suka mencuri, saat ini kita masih memandangnya sebagai pencuri. Padahal kita tahu setiap orang mengalami pergulatan dan perubahannya masing-masing.  Maka jelas bagi kita, pertobatan adalah berusaha melihat banyak hal dengan cara pandang yang baru. Pertobatan tidak hanya sekedar berarti pengakuan dosa, namun tindakan konkret seluruh diri berbalik dari jalan yang lama.

Si bungsu menunjukkan pertobatannya dengan seluruh jiwa dan raganya. Ia tidak hanya berniat, namun ia mau melangkah kembali kepada bapanya. Mau melangkah menjadi tanda yang jelas bahwa kita mempunyai niat yang sungguh untuk mau memperbaiki diri. Kontinyuitas menjadi syarat yang penting ketika kita hendak bertobat.

Ajakan sang bapa untuk bersyukur dan bersukacita ditujukan kepada kita semua. Syukur dan sukacita menjadi jalan pertobatan yang konkret. Apapun yang kita alami jika dijalani dengan syukur dan sukacita, kita menjadi murid-murid Kristus yang menjadi nabi cinta kasih dan pelayan perdamaian. Semoga kita mampu untuk berysukur setiap hari dan pada akhirnya beroleh sukacita yang mendalam.

Doa

Ya Tuhan, bantulah kami untuk semakin mempunyai cara pandang yang positif bagi orang lain. Semoga kami tidak malu untuk mengakui kesalahan kami dan berani datang kepada-Mu untuk memohon pengampunan. Tuhan, teguhkanlah niat kami untuk senantiasa membangung hidup dengan penuh syukur dan sukacita. Sebab Engkaulah penyelamat kami, sepanjang masa. Amin.

 

621 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *