Konsumsi pangan masyarakat Lampung masih jauh dari kata ideal

Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan, BKPD Provinsi Lampung Ir. Ida Rahmawati.

Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan, BKPD Provinsi Lampung Ir. Ida Rahmawati.

BANDAR LAMPUNG, RADIO SUARA WAJAR — Situasi konsumsi pangan masyarakat Lampung saat ini masih jauh dari kata ideal. Banyak faktor yang menyebabkan, diantaranya kebijakan pemerintah yang masih terfokus pada peningkatan produksi dan belum mempertimbangkan kecukupan gizi.

Demikian dikatakan Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan, Badan Ketahanan Pangan Daerah (BKPD) Provinsi Lampung Ir. Ida Rahmawati di Bandar Lampung, kepada Radio Suara Wajar Senin 22 Februari 2016.

Menurutnya pola kunsumsi pangan penduduk Indonesia masih terdapat ketimpagan. Hal dapat dilihat dari masih tingginya konsumsi padi-padian terutama beras. Selain itu lanjut Ida, masih rendahnya konsumsi pangan hewani, umbi-umbian, serta sayur dan buah.

“Padahal Lampung penghasil sayur dan buah ya? Ini idealnya 30 kita masih 29 nilainya. Kemudian untuk protein hewani, sebenarnya masyarakat Lampung kan hobi makan ikan. Tapi mengapa masih rendah konsumsinya. Jadi perlu penggalakan kembali gerakan makan ikan,” ungkapnya.

Dikatakan Ir. Ida, pemanfaatn sumber-sumber pangan lokas seperti umbi, jagung dan sagu masih rendah. Disamping itu, kualitas konsumsi pangan masyarakat yang ditunjukan dengan skor pola pangan harapan (PPH) masih belum mencapai kata ideal.

“PPH kita diharapkan 100. Kita (Lampung) sekarang  masih 83,4. Suda cukup baik, tetapi masih belum baik, karena yang baik jika memenuhi nilai 100,” ujar ida.

Oleh karena itu menurut Ida, diperlukan upaya untuk menganekaragamkan konsumsi pangan masyakat menuju skor PPH yang idela agar hidup sehat, aktif dan produktif.***

Reporter : Robert

1255 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *