Pendidikan di Lampung Tengah Tidak akan Lumpuh

Kepala Dinas Pendidikan Lampung Tengah Sarjito
RADIO SUARA WAJAR – Kepala Dinas Pendidikan Lampung Tengah Sarjito memastikan proses belajar-mengajar di kabupaten itu tetap berjalan baik. Saat ini pembinaan internal dilakukan lebih intensif pasca-rencana mundurnya sejumlah kepala sekolah akibat merasa terintimidasi oknum wartawan dan LSM.
“Kami terus membina kepala sekolah dan guru agar tetap melaksanakan tugas dan profesinya dengan baik. Saya jamin kegiatan belajar-mengajar di Lamteng tetap berjalan dengan baik,” ujar Sarjito di ruang kerjanya, Senin (1/2/2016).
Mengenai keresahan para kepala sekolah karena ulah oknum wartawan dan LSM, Sarjito mengaku sudah koordinasi dengan Polres Lamteng.
“Selain koordinasi dengan Polres Lamteng, kami juga mengakomodasi keluhan para kepala sekolah yang belakangan ini resah. Kami juga memerintahkan setiap sekolah membuat buku tamu lengkap yang harus diisi siapa pun tamu yang datang,” jelas dia memaparkan upaya pembinaan internal.
Sarjito juga menjelaskan perbedaan seorang kepala sekolah dengan guru biasa teletak pada beban kerja dan tanggung jawab lebih besar.
“Kepala sekolah itu adalah guru juga yang diberi kelebihan tanggung jawab. Tunjangan jabatan sebagai kepala sekolah hanya Rp125 ribu dan waktu tersita lebih banyak,” jelas dia.
Jika hanya menjadi guru biasa setelah mengajar bisa segera pulang dan istirahat serta dapat tunjangan profesi. Sementara itu, guru yang menjabat kepala sekolah kerap harus mengikuti dan memenuhi undangan terkait pendidikan, jelas Sarjito.
Mengenai surat yang diajukan kepala sekolah dari Kecamatan Seputihraman, Kotagajah, Punggur, dan Trimurjo berisi permohonan pada Pemkab untuk memfasilitasi keresahan yang dialami, pihaknya siap memfasilitasi.
“Meminta Pemkab memfasilitasi keresahan akibat ulah oknum wartawan dan LSM. Jika tidak dapat memfasilitasi, mereka akan benar-benar mundur dari jabatan. Jadi bukan otomatis langsung mundur, sampai saat ini tetap menjabat sebagai kepala sekolah serta mengajar,” jelas Kadis Pendidikan mengungkapkan inti surat kepala sekolah dari empat kecamatan.
Sarjito juga mengaku setelah dibina secara intensif, para kepala sekolah yang merasa resah akan membuat kronologi tertulis hal yang dialaminya.




