Kejaksaan Tinggi Lampung Kembalikan Berkas Kasus City Spa

Kejaksaan-tinggi-lampungRADIO SUARA WAJAR – Untuk kedua kalinya Kejaksaan Tinggi Lampung mengembalikan berkas perkara perzinaan (mesum) di pusat kebugaran City Spa yang melibatkan anggota Polisi Pamong Praja Kota Bandar Lampung, Gusti alias Gustam, kepada penyidik Polda Lampung. Pengembalian berkas perkara itu karena ada hal penting yang harus dilengkapi penyidik Polda sesuai petunjuk jaksa. Kasi Penkum Kejati Lampung Yadi Rachmat menjelaskan jaksa mengembalikan berkas kasus perzinaan itu karena penyidik Polda belum melengkapi petunjuk yang diberikan Kejati sebelumnya.

“Kami kembalikan lagi berkas atas nama tersangka Gusti ke Polda pada Kamis (17/12) lalu. Alasannya tetap sama seperti yang pertama kali kami kembalikan sebelumnya. Karena kurang lengkap,” ujar Yadi via sambungan telpon, Minggu (20/12) malam.

Ia melanjutkan petunjuk jaksa yang pertama dikembalikan saat itu ada yang belum dipenuhi. Untuk diketahui, pada pengembalian yang pertama dari Kejati ke penyidik Polda, penyidik Polda kemudian memeriksa Kepala Badan Pol PP Bandar Lampung Cik Raden sebagai saksi atas kasus tersebut. Pemeriksaan Cik Raden itu berdasarkan petunjuk jaksa.

“Setelah dilimpahkan, Kejati memberikan banyak petunjuk kepada Polda Lampung dan salah satu petunjuknya adalah tentang pejabat Pol PP itu,” ujar Asisten Pidana Umum Kejati Lampung Susanto.

Seperti dilansir lampost.co, Tim yang menangani perkara tersebut tidak dapat mengatakan tersangka Gusti dijadikan korban atau tidak. Namun, menurutnya, Gusti layak dijadikan tersangka karena diduga melakukan perzinaan. Kendati hal tersebut dilakukan atas perintah atasannya, Gusti harus tetap bertanggung jawab atas perbuatannya.

“Jika Gusti diperintahkan oleh atasannya dengan di bawah tekanan atau ancaman, yang memerintahkannya itu bisa ikut terseret pidana. Tentu yang memerintahkan itu bisa ikut terseret juga, tetapi kami belum tahu sejauh mana perintah yang dikatakan Gusti itu. Maka kami dalam petunjuk itu meminta kepada penyidik untuk memeriksa orang yang memerintahkannya itu,” kata dia.

Susanto menegaskan jika seseorang menyuruh melakukan sesuatu di bawah tekanan atau ancaman, seharusnya yang menjadi tersangka adalah yang memerintahkan.

“Saya kira kalau tidak di bawah ancaman mungkin Gusti tidak mau menjalankan perintah itu. Untuk itu kami memberi petunjuk itu,” ujarnya.

Gusti ditetapkan sebagai tersangka karena kedapatan tengah berbuat mesum di salah satu kamar terapis City Spa. Atas penggerebekan itu, City Spa ditutup. Gusti yang sempat ditahan di Polda Lampung akhirnya ditangguhkan penahanannya dengan jaminan orang tuanya, tetapi proses hukum tetap lanjut.

 

1311 Total Views 2 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *