Renungan Harian, Jumat, 20 November 2015

Hari Biasa XXXIII

INJIL: Lukas 19:45-48

Yesus menyucikan Bait Allah

19:45 Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ, 19:46 kata-Nya kepada mereka: “Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.” 19:47 Tiap-tiap hari Ia mengajar di dalam Bait Allah. Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat serta orang-orang terkemuka dari bangsa Israel berusaha untuk membinasakan Dia, 19:48 tetapi mereka tidak tahu, bagaimana harus melakukannya, sebab seluruh rakyat terpikat kepada-Nya dan ingin mendengarkan Dia.

RENUNGAN

Seorang yang senang makan makanan berlemak dan berkolesterol tinggi akan mengakibatkan dirinya punya kelebihan kolesterol. Orang yang senang dengan makan dan minum manis, besar kemungkinan akan terkena sakit gula. Orang yang suka dengan makanan daging merah atau yang mempunyai kandungan darah tinggi, sudah hampir pasti dia akan terkena sakit darah tinggi. Demikian juga dengan mereka yang suka emosi tidak jarang akan menjadi orang yang terkena penyakit darah tinggi. Dengan kata lain, dari apa yang anda makan, dapat dijelaskan siapa anda ini.

Hari ini Yesus mengingatkan kita bahwa Bait Allah adalah rumah doa. Dalam perspektif  baru, St Paulus mengatakan bahwa tubuh kita ini adalah Bait Allah. Bait Allah adalah ‘rumah Allah’. Dan jika ‘rumah Allah’ adalah rumah doa, maka tubuh kita ini adalah juga rumah doa.

Yesus mengingatkan kita bahwa diri kita masing-masing sebenarnya adalah rumah doa. Jika tubuh kita diisi dengan unsur-unsur penyamun, maka sudah pasti rumah doa itu berubah menjadi rumah penyamun. Yang seharus menjadi tempat pengudusan, namun justru rumah doa itu menjadi tempat penyamunan. Dengan demikian bisa dimengerti kalau apa yang keluar dari dalam diri kita bukan unsur yang menguduskan, namun justru unsure dosa.

Seperti kita imani, pada dasarnya tubuh kita adalah tempat Allah hadir. Kita adalah Bait Allah yang hidup. Mau menjadi seperti apa “Bait Allah” kita, sepenuhnya tergantung dari apa yang masuk dalam diri kita. Jika kebiasaan baik yang masuk dalam tubuh, kiranya yang pada akhirnya keluar dari tubuh kita adalah kebaikan juga. Namun jika yang masuk dalam tubuh kita adalah hal-hal yang jahat, hasilnya tentu saja adalah kejahatan.

Kebaikan dan kekudusan masuk dalam diri Yesus, maka yang keluarpun juga yang baik dan kudus. Itulah yang menjadikan banyak orang tertarik padanya, bukan untuk membunuh, namun untuk mencitainya. Jika kebaikan dan kekudusan adalah apa yang ada dalam diri kita masing-masing, hidup dan pekerjaan kita akan semakin membawa kebaikan dan berkat bagi siapa saja.

DOA:

Ya Tuhan, Engkau mengatuhi persis apa yang masuk dalam diri kami. Kami mohon, arahkanlah hidup kami supaya kami membawa berkat bagi orang lain, bukan justru menjadi kutuk. Semoga tubuh kami menjadi saluran kekudusan bagi sesamai. Mampukan kami untuk sedapat mungkin menghindari godaan-godaan tubuh yang menjauhkan kami dariMu sendiri. Sebab Engkaulah keselamatan kami, kini dan sepanjang masa.

Amin.

 

2178 Total Views 6 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *