Bandarlampung Diserbu Kosmetik Palsu

2212213

Ilustrasi

BANDARLAMPUNG, RADIO SUARA WAJARWarga Kota Bandarlampung jadi target pasar kosmetik yang diduga palsu. Kosmetik merek luar negeri bisa mudah didapat di pedagang kaki lima dengan harga murah.

’’Mampir Mbak. Mampir aja,” kata salah seorang pramuniaga di kawasan Lorong King, Tanjungkarang Pusat, Bandarlampung, kemarin.

Sapaan itu dia lontarkan hampir kepada setiap orang yang melintas di lorong yang dipadati pedagang kaki lima tersebut. Beragam barang memang tersedia di sini. Mulai pakaian, tas, sepatu, hingga kosmetik. Yang menjadi magnet kuat bagi para pengunjung di sini adalah harga yang ditawarkan jauh lebih murah dibandingkan banderol toko untuk barang serupa.

Harga yang ditawarkan kosmetik di Lorong King ini memang jauh di bawah harga toko. Untuk mendapat kosmetik eye shadow palettes merek MAC misalnya. Konsumen hanya cukup merogoh kocek Rp35 ribu.

Namun, ini menimbulkan kecurigaan baru. Sebab, kosmetik itu diduga palsu. Untuk eye shadow palettes merek MAC ditawarkan lebih dari enam warna. Dari sisi kemasan, produk yang dijajakan di kaki lima juga tanpa dilengkapi pembungkus.

Padahal, produk asli eye shadow palettes MAC paling banyak hanya ada ada enam warna. Kemasan produk juga selalu memakai kotak pembungkus. Dalam situs resmi MAC, www.maccosmetic.com, produk sejenis ditawarkan dengan harga yang tidak murah yaitu rata-rata USD70 atau jika dikonversikan ke rupiah nilainya Rp944.370 (kurs Rp13.491)

Masih di lokasi yang sama, juga ditemukan produk merek NYX untuk lipgloss. Dari yang ditemukan Radar Lampung, produk yang dijual di kaki lima itu merupakan produk black label lipgloss. Produk ini bisa diperoleh konsumen dengan harga miring yaitu hanya Rp25 ribu. Namun dari situs resmi NYX www.nyxcosmetics.com, tak ditemukan jenis produk dimaksud. Harga yang ditawarkan untuk produk lipgloss NYX asli berkisar 5 hingga 6 USD.

Menurut E (34), salah seorang pedagang kaki lima khusus kosmetik di Lorong King, produk kosmetik dagangannya dipasok dari Jakarta. Dia mengaku bisa menyediakan kosmetik berbagai merek dengan harga yang sangat murah. ’’Biasanya saya beli langsung di Jakarta. Rata-rata satu pak setiap produk yang isi 12 buah karena harganya lebih murah,” terangnya seperti dilansir radarlampung.co.id.

Hal senada diungkapkan B, pedagang kaki lima lainnya. Wanita dengan rambut sebahu itu menyatakan, banyak konsumen tertarik membeli kosmetik dagangannya lantaran murah. Apalagi mereknya luar negeri. ’’Dibandingkan merek biasa, merek MAC lebih banyak dicari. Terus kalau lisptick sekarang lagi booming-nya merek NYX,” ungkapnya.

Ratna (27), salah seorang staf Toko Mustika Sari yang menjual khusus kosmetik di Jl. Brigjen Katamso, Tanjungkarang Pusat, menyatakan, produk kosmetik diduga palsu memang masih bisa didapat. Dia juga menyatakan cukup mudah membedakan antara produk asli dengan yang palsu.

Pembeda yang paling mendasar, lanjutnya, harga produk yang murah dan bentuk kemasan mencurigakan. ’’Misalnya, MAC atau brand terkemuka lain selalu menjual eyeshadow dengan kemasan satuan, tetapi versi palsunya menawarkan eyeshadow lebih dari 4 warna dalam satu palette. Selain itu, MAC dan produk-produk terkemuka lain tidak pernah menjual eyeliner dan maskara dalam satu boks,” kata dia kepada Radar Lampung via ponselnya.

Untuk MAC, lanjutnya, harga untuk sebungkus eyesshadow palettes berkisar 40-85 USD. Atau di Indonesia kisaran harganya rata-rata Rp500 ribu.

’’Tapi masih banyak kok konsumen yang tetap memilih kosmetik asli meski harganya jauh lebih mahal. Karena ini juga kan terkait kesehatan. Efeknya bisa fatal,” katanya.

Kosmetik diduga palsu itu berpeluang menimbulkan efek buruk pada pemakainya. Hal tersebut dikatakan dr. Syafei Hamzah, Sp.K.K., ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) cabang Bandarlampung.

Masih menurutnya, yang harus dicurigai dari produk kosmetik palsu adalah soal kandungannya. Sebab dalam kosmetik rentan ditemukan zat-zat berbahaya. Seperti merkuri hingga arsen. ’’Biasanya zat tersebut masuk komposisi produk kosmetik palsu dan berada di atas ambang batas keamanan,” terangnya.

Karenanya, dampak kesehatan yang ditimbulkan bisa menghancurkan kulit. Atau dalam jangka panjang bisa menyebabkan penyakit berbahaya seperti kanker. ’’Karena kosmetik palsu mengandung zat-zat yang berbahaya dan tidak boleh diserap oleh tubuh. Tentu ini berbahaya apabila terjadi kontak dengan kulit. Memang bisa jadi tidak tertelan, tetapi penggunaan yang secara terus-menerus dapat mengakibatkan zat tersebut akhirnya terserap tubuh melalui pori-pori kulit,” ungkapnya.

 

2231 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *