Ibrahim, Otak Pelaku Pengeroyokan Sekdes Malangsari Berhasil Dibekuk Polda Lampung

Ibrahim, Otak Pelaku Pengeroyokan Sekdes Malangsari saat diglandang Tim Tekab 308 di Mapolda Lampung, Jumat malam 23 Oktober 2015.

Ibrahim, pelaku utama pengeroyokan Sekdes Malangsari saat digelandang Tim Tekab 308 di Mapolda Lampung, Jumat malam 23 Oktober 2015.

BANDAR LAMPUNG, RADIO SUARA WAJAR — Masih ingatkah Anda kasus Sekretaris Desa Malangsari, Kabupaten Lampung Selatan Hadil Darmawan (40) yang tewas karena mencoba melakukan negosiasi perdamaian antar dua desa?

Malam ini, Jumat 23 Oktober 2015, Kepolisian Daerah Polda Lampung melakukan jumpa pers terkait keberhasilan jajarannya menangkap pelaku otak pengeroyokan Sekdes Desa Malangsari. Di Lobi Polda Lampung, Kapolda Lampung Brigjen (Pol) Edwar Syah Pernong didampingi Dir Reskrimum Kombes Pol Zarialdi dan Kabid Humas AKBP Sulistyaningsih menjelaskan kronologis penangkapan tersangka.

Menurut Kapolda, satu Tim Tekab 308 Polda Lampung berhasil menangkap Ibrahim di daerah Cengkareng, Jakarta Barat pada 23 Oktober 2015 pukul 03.00 wib.

Dari hasil intograsi tersangka menurut Edwar Syah Pernong, Ibrahim mengakui telah melakukan pengeroyokan terhadap korban Hadil Darmawan dengan cara membacok korban dengan golok.

Dijelaskan Kapolda, dengan ditangkapnya Ibrahim, tersangka pengeroyokan terhadap Sekdes Desa Malangsari yang telah ditangkap berjumlah sepuluh orang. Masih ada lima tersangka lain yang masih dalam pengejaran Tekab 308 Polda Lampung.

Sekedar mengingatkan, kasus ini bermula saat warga Desa Malangsari, Lampung Selatan dan warga Desa Batu Badak, Lampung Timur nyaris perang. Ini sebagai buntut dari penganiayaan terduga pelaku begal hingga tewas.

Warga Desa Malangsari memang emosi sebagai akibat penganiayaan dua warga mereka hingga tewas oleh warga Desa Batu Badak. Satu di antara dua warga itu, dihajar warga Desa Batuk Badak hingga tewas karena diduga sebagai pelaku pembegalan.

Untuk meredakan suasana yang memanas, Sekretaris Desa Malangsari Hadil Darmawan (40) sempat mencoba melakukan negosiasi perdamaian. Namun naas, ia justru tewas karena dianiaya.***

Reporter : Robert

1319 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *