Vatikan-Indonesia akan bekerja sama dalam bidang penyiaran, pendidikan dan budaya

0812e

Menteri Luar Negeri RI, Retno L.P Marsudi memberikan keterangan pers bersama dengan Menlu Vatikan, Monsignor Kardinal Pietro Parolin di gedung Pancasila, Pejambon. (11/08/2015)

 

RADIO SUARA WAJAR – Menteri Luar Negeri RI, Retno L.P Marsudi, kemarin menerima kunjungan Menlu Vatikan, Pietro Kardinal Parolin di gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat. Dalam pertemuan itu, Retno mengatakan, kedua negara akan bekerja sama terkait perayaan Paskah di tahun 2016.

Hal itu disampaikan Retno ketika memberikan keterangan pers didampingi Kardinal Parolin pada Selasa, 11 Agustus 2016. Kerja sama itu akan direalisasikan dengan menyiarkan secara langsung perayaan Paskah melalui siaran radio.

Warga Flores dan Larantuka, Nusa Tenggara Timur yang menggelar Paskah bisa disiarkan melalui siaran Radio Republik Indonesia (RRI) yang disambungkan melalui stasiun radio di Vatikan. Tapi, belum diketahui apakah warga Larantuka dan Flores bisa mendengarkan siaran Paskah dari Vatikan.

“Indonesia akan bekerjasama di bidang penyiaran yakni radio RRI dengan Vatikan. Di tahun 2016 nanti, ada coverage mengenai perayaan Paskah dari Flores, Larantuka yang akan disiarkan di radio Vatikan,” ujar mantan Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda, seperti dilansir vivanews.co.id.

Kerjasama itu dikatakan Retno merupakan salah satu bentuk kedekatan dan bentuk hubungan baik antara Indonesia dengan  pusat agama Katolik itu.

Pembangunan hubungan baik di antara kedua negara, kata Retno, adalah sebuah hal yang sangat penting mengingat sebagian besar penduduk Indonesia beragama Islam, sehingga wajib menjalin hubungan dengan Vatikan sebagai pusat agama Katolik.

“Mereka (Vatikan) tahu bahwa Indonesia adalah negara Islam terbesar di dunia, oleh sebab itu kerjasama antara Indonesia dan Vatikan adalah salah satu contoh baik di mana perbedaan yang ada harus disikapi dengan persahabatan,” Retno menambahkan.

Bentuk kerjasama lainnya yang disampaikan Retno adalah dengan pengiriman tenaga dosen ke Vatikan untuk membantu sektor pendidikan di sana. Kerja sama di bidang budaya pun ikut digalakkan.

Caranya, dengan mendorong turis yang berkunjung ke Museum Vatikan. Museum itu turut menampilkan kekayaan budaya Indonesia melalui pameran relief Candi Borobudur dan artefak-artefak Indonesia.

“Setiap tahun, ada 5 juta turis yang datang ke museum itu. Artinya, ada 5 juta orang yang bisa melihat kebudayaan Indonesia dan semoga hal itu bisa menarik wisatawan untuk datang berkunjung ke Indonesia,” katanya (ucanews.com).

 

1011 Total Views 2 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *