Renungan Harian, Selasa, 21 Agustus 2018

Ilustrasi Yesus. Credits : https://www.facebook.com/thomas.suratno.7

Ilustrasi Yesus. Credits : https://www.facebook.com/thomas.suratno.7

PW St Pius X, Paus

INJIL: Mat 19:23-30

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: ”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga. Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.” Ketika murid-murid mendengar itu, sangat gemparlah mereka dan berkata: ”Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?” Yesus memandang mereka dan berkata: ”Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin.” Lalu Petrus menjawab dan berkata kepada Yesus: ”Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?” Kata Yesus kepada mereka: ”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel. Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perem¬puan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal. Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.”

RENUNGAN:

Dalam Injil hari ini, Yesus mau menjelaskan tentang sikap lepas bebas yang harus dimiliki setiap murid terhadap semua harta kekayaan yang dimilikinya. Semua harta adalah sarana yang diberikan Tuhan dan bukan tujuan. Dengan sarana itu hendaknya nama Tuhan dimuliakan, dan bukan justru untuk kesombongan manusia. Terkadang orang hanya berpikir, dengan melakukan sepuluh perintah Tuhan dan lima perintah gereja, dengan rajin ke Gereja dan melakukan praktek-praktek kesalehan itu sudah cukup. Ternyata semua ini belum cukup. Sebagai murid Kristus harus berusaha menghadirkan Kerajaan Allah dengan sikap berbagi dengan orang-orang miskin. Sikap berbagi ini juga membantu pribadi tersebut untuk bertumbuh dengan menggantungkan seluruh harapannya kepada Tuhan.

Berangkat dari pengalaman orang muda yang kaya, yang memutuskan untuk mundur dari keinginannya untuk memiliki hidup kekal karena banyak kekayaannya maka Yesus dengan tegas mengingatkan para muridNya, “Sungguh sukar sekali bagi orang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga. Lebih mudah seekor unta masuk melalui lubang jarum dari pada orang kaya masuk ke dalam Kerajaan Surga”.

Anak muda yang kaya tidak memiliki sikap lepas bebas. Ketika diminta oleh Yesus untuk menjual segala harta, hasilnya diberikan kepada orang miskin supaya dapat memperoleh harta di surga lau mengikuti Yesus, ternyata ia tidak mau. Ia memiliki banyak harta dan melekat pada semua harta yang ia miliki. Itu sebabnya Yesus berkata, “Sungguh sukar sekali bagi orang kaya untuk masuk Kerajaan Surga”. Mengapa sukar sekali? Karena “di mana harta berada, disitu hatinya juga berada.” (Mat 6:21)

Menjadi pertanyaan kita adalah apakah dengan kata-kata Yesus ini lalu orang kristiani tidak boleh menjadi kaya? Tentu saja Yesus menghendaki pengikutNya juga menjadi kaya. Penginjil Yohanes memberi kesaksian bahwa Yesus bersabda bahwa Ia datang agar kita memiliki hidup dan memilikinya dalam kelimpahan (Yoh 10:10). Menurut St. Paulus, Yesus adalah Allah yang kaya raya rela menjadi miskin supaya manusia yang miskin dapat menjadi kaya (2Kor 8:9). Nah, ini berarti Tuhan Yesus bukan anti orang kaya, tetapi anti dengan orang yang tidak memiliki sikap lepas bebas karena dari situ mereka melekat pada harta duniawi.

Yesus berkata, “Lebih mudah seekor unta masuk melalui lubang jarum”. Apa maksud lubang jarum? Unta dalam bahasa Yunani disebut “kamelos”. Kata ini secara harafiah berarti tali tambang atau diperkirakan bahwa di Yerusalem pernah ada gerbang kecil bernama lubang jarum yang rendah dimana semua unta harus membungkuk ketika melewatinya. Dengan demikian Yesus mau mengatakan bahwa orang kaya itu pasti mengalami kesulitan untuk masuk surga ketika mereka terlalu terikat kuat dengan harta kekayaannya.

Dampak dari pernyataan Yesus adalah para murid saling bertanya tentang siapakah yang kiranya dapat diselamatkan? Para murid itu sudah meninggalkan segala-galanya. Sadarilah bahwa Yesus mengatakan bahwa bagi Allah tidak ada yang mustahil. Orang yang meninggalkan segala-galanya demi Kerajaan Surga akan menerima kembali seratus kali lipat dan hidup kekal. Luar biasa janji Tuhan ini bagi kita yang berani meninggalkan segalanya demi Kerajaan Surga. Mari kita mengubah cara pandang kita terhadap harta kekayaan sehingga orientasi kita berubah kiblat hanya kepada Tuhan. Dia adalah pencipta kita dan hanya kepadaNya sembah dan bakti kita.

DOA:

“Ya Tuhan Allah, ajarilah aku untuk terbuka pada rencana keselamatanMu bagi kami. Amen.”

Oleh : RP Thomas Suratno, SCJ

344 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *