Dua Polda Kerjasama guna Buru Pemutilasi Legislator Balam

polda-lampungRADIO SUARA WAJAR – Kasus mutilasi terhadap anggota DPRD Bandarlampung M. Pansor menjadi atensi khusus dua kepolisian daerah (Polda) Lampung dan Sumatera Selatan (Sumsel).

Pasalnya, masih banyak potongan puzzle yang belum lengkap dalam mengungkap misteri di balik pembunuhan politikus dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Bandarlampung (Balam) itu. Kapolda Lampung Brigjen Ike Edwin mengatakan, dirinya telah menerima kabar langsung dari Kapolda Sumsel Irjen Pol Djoko Prastowo lewat telepon.

“Iya kita sudah saling contact, saya sudah dapat konfirmasinya dari Kapolda Sumsel. Jadi untuk tindaklanjut kasus ini, kita (Polda Lampung) akan terus berkoordinasi dengan Polda Sumsel,” papar Dang Ike –sapaan akrab Kapolda– di Mapolda Lampung, Senin (30/5).

Menurut dia, pengungkapan identitas mayat yang dimutilasi itu bukan lantas menjadikan persoalan selesai. Justru banyak pekerjaan rumah (PR) yang mesti digarap oleh Polda Lampung dan Sumsel. Dikatakan olehnya motifnya belum tahu dan pelaku juga belum terungkap.

Diketahui, Kapolda Sumsel menyampaikan kepastian mayat itu Pansor dalam press conference di Gedung Catur Sakti Mapolda Sumsel, Senin (30/5).

“Memang semula cukup sulit untuk mencocokkan jenazah, namun dengan metode DNA, dipastikan potongan tubuh itu atas nama M Pansor,” ujar Irjen Pol Djoko Prastowo.

Tes DNA (deoxyribo-nucleic acid) dilakukan dengan mencocokkan DNA istri dan anak korban yang sebelumnya melapor ke Mapolda Sumsel bahwa M Panshor telang hilang sejak beberapa minggu. Ditegaskan oleh Djoko mayat itu memang Pansor.

 

1047 Total Views 2 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *