Renungan Harian, Senin 25 April 2016

Senin Paskah V, HR St. Markus

Injil: Markus 16:15-20

16:15 Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. 16:16 Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. 16:17 Tanda-tanda  ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, 16:18 mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.” 16:19 Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. 16:20 Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

Renungan

Markus dipanggil menjadi salah satu rasul Yesus dari dua belas rasul yang ada. Panggilan itu tidak serta membawa hidup Markus menjadi lebih mudah. Tantangan hidup menjadi semakin lebih kompleks ketika melihat apa yang dikatakan oleh Yesus “mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh”.

Inilah janji, tanda, atau bukti yang dijanjikan oleh Yesus kepada para murid jika mereka sungguh-sungguh setia mengikuti-Nya. Namun hal ini juga sebenarnya menjadi tantangan yang berat bagaiman seorang murid Yesus hidupnya sungguh diuji kebenarannya. Pada kenyataannya tidak semua murid Yesus sekarang ini, bahkan hanya sedikit saja, yang mempunyai karunia seperti apa yang dikatakan dalam perikopa Markus hari ini.

Pertanyaannya adalah apakah yang dimaksud penginjil dalam perikopa ini actualy dimaksud harafiah?

Konteks dari perikopa ini adalah kisah sesudah kebangkitan dan saat dimana Yesus hendak terangkat ke surge. Apa yang dikatangan oleh Yesus adalah wasit terakhir kedua sebelum Ia naik ke surga. Wasiat pertama sebelum Yesus disalibkan lebih banyak berbicara tentang perintah baru yakni saling mengasihi seperti Yesus mengasihi. Pada pesan wasiat kedua sebelum terangkat ke surga Yesus memberikan perintah kepada para murid untuk mewartakan Injil, memberitakan keselamatan kepada semua orang.

Melihat konteks ini, kita dapat mengerti inti dari apa yang dikatakan oleh Yesus berkaitan dengan “mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh” adalah soal mewartakan warta keselamatan dalam nama Yesus. Bukan persoalan meminum racun dan tidak mati, namun sebagai murid Yesus yang jauh lebih penting adalah bagaimana seorang murid Yesus menjadi pembawa warta keselamatan, menjadi nabi kehidupan, bukan nabi yang mematikan. Warta keselamatan menjadi pusat pewartaan Yesus dan para rasul.

Bagi kita, mewartakan Injil keselamatan adalah bagian dari hidup dan perjuangan kita. Seperti Markus yang sampai pada kemartiran, kita juga mempunyai tanggung jawab untuk sampai pada disposisi kemartiran dalam mengikuti Yesus. Mewartakan Injil menjadi jiwa dan roh dari hidup kita saat ini, dimanapun dan kapanpun.

Tantangan dan kesulitan tidak akan menghindari kita. Kita lah yang harusnya bisa menghadapi tantangan, kitalah yang harus bisa lepas dari situasi tidak selamat dalam hidup kita. Berjalan sendiri kita tidak akan bertahan lama, namun berjalan bersama dan dalam nama Yesus, kita akan beroleh janji keselamatan. Semoga kitapun berani untuk semakin hidup dalam nama Yesus.

Doa

Ya Tuhan, ajarilah kami untuk mempunyai sikap kemartiran dalam hidup harian kami. Semoga karena kasih dan kebaikan-Mu, kami Kau perkenankan ikut ambil bagian dalam karya keselamatan-Mu. Tuhan, kami persembahkan hidup kami kedalam rencana dan kehendak-Mu. Sebab Engkaulah keselamatan kami untuk selamanya. Amin.

 

1074 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *