Warga Chile Desak Paus Pecat Uskup yang Lindungi Pastur Cabul

warga-chile-desak-paus-pecat-uskup-yang-lindungi-pastur-cabul-tFotsTAyZf

Uskup Osorno, Juan Barros diangkat di tengah protes dari warga Chile.

RADIO SUARA WAJAR – Seorang pria yang mengaku sebagai korban pelecehan seksual seorang pastur mengirimkan dua surat yang dialamatkan kepada Paus Fransiskus dari umat Katolik Chile. Ia mendesaknya untuk memecat uskup asal Chile yang dituduh melindungi seorang pedofil terkenal.

Juan Carlos Cruz mengirimkan surat-surat yang berkaitan dengan Juan Barros, uskup Osorno yang diangkat tahun lalu oleh kepausan. Penunjukan itu menimbulkan kemarahan dari umat Paroki, anggota legislatif Chile, dan para korban pelecehan yang menilai Barros melindungi seorang pastur yang dituduh sebagai salah satu predator seksual di negara itu.

Surat yang dikirimkan Cruz dengan bantuan Peter Saunder, seorang anggota Komisi Penasihat Kepausan untuk pelecehan seksual itu dititpkan kepada presiden komisi tersebut, Kardinal Sean O’ Malley dari Boston di rumah tamu di Roma, tempat komisi mengadakan rapat. Kardinal O’ Malley diminta untuk memberikan surat tersebut kepada Paus.

“Kerusakan yang kami derita akibat keputusan Anda Paus Fransiskus tidak dapat lagi didiamkan atau dibiarkan. Kami telah mengetuk setiap pintu, dan hanya menerima ejekan,” demikian tertulis dalam surat yang ditandatangani oleh 30 perwakilan Paroki di Osorno.

Salinan surat berbahasa Spanyol itu dikirimkan Cruz bersama dengan sebuah pernyataan berbahasa Inggris kepada reporter. Surat lainnya adalah surat pribadi dari kependetaan di Osorno kepada Paus.

“Kita tidak akan pernah menyerah jika hal itu berarti melindungi anak-anak dan hal itu bukanlah pesan yang disampaikan Paus Fransiskus saat menunjuk Uskup Barros ke Osorno. Uskup menyaksikan pelecehan terhadap saya dan banyak anak laki-laki lainnya selama 35 tahun,” demikian isi pernyataan yang disampaikan Cruz sebagaimana dilansir Reuters, Senin (8/2/2016).

Kritik di Chile menuduh Barros mengetahui dan menutupi pelecehan yang dilakukan oleh Pastur Fernando Karadima. Pada 2011, Vatikan menghukum Karadima untuk berdoa dan menebus dosa seumur hidup karena pelecehan terhadap anak-anak yang dilakukannya sejak 1950-an.

Namun, karena terbentur batas waktu kasus atau undang-undang pembatasan (statute of limitations), Karadima tidak dapat diadili oleh pengadilan Chile. Uskup Barros membantah bahwa dia mengetahui mengenai pelecehan yang dilakukan Karadima.

Penunjukan Barros oleh Paus dianggap telah menimbulkan perpecahan di kalangan komunitas Katolik Chile.

 

844 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *