Renungan Injil Mrk 12: 38-44

www-St-Takla-org-45-The-widow-gave-all-she-had-2

Injil Mrk 12: 38-44

Dalam pengajaran-Nya Yesus berkata: ”Hati-hatilah terhadap ahli-ahli Taurat yang suka berjalan-jalan memakai jubah panjang dan suka menerima penghormatan di pasar, yang suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan di tempat terhormat dalam perjamuan, yang menelan rumah janda-janda, sedang mereka mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Mereka ini pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.” Pada suatu kali Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar. Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit. Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: ”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak daripada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.”

RENUNGAN:

Dalam sebuah kegiatan sosial, ada banyak wartawan yang meliput dan mengambil foto untuk diberitakan di koran-koran pada esok harinya. Ketika sesorang bertanya, mengapa banyak wartawan, secara bercanda seorang panitia penyumbang mengatakan bahwa kalau tidak ada wartawan, tidak ada sumbangan. Kenyataan ini menjadi sangat umum di dalam masyarakat kita saat ini.

Yesus dalam Injil hari ini mengkritik para ahli taurat dan pemuka agama yang mencari pujian dan popularitas. Namun Ia memuji janda miskin, yang sekalipun menyumbang sedikit, namun ia memberikan dengan dan dalam ketulusan hati, seluruh nafkahnya. Janda miskin ini dipuji karena ia mendermakan kekayaan yang sedikit itu dengan seluruh hatinya, tanpa memikirkan apapun selain keikhlasan hati.

Kita dipanggil untuk belajar dari janda miskin. Berani dengan ikhlas tanpa pamrih berkurban menyerahkan sebagian dari apa yang kita miliki untuk kepentingan sesama, itulah panggilan mulia yang hendak kita hidupi. Jumlah kecil yang dikurbankan lebih berharga dari jumlah besar yang tanpa disertai kurban. Cinta adalah keberanian untuk berkurban tanpa menuntut imbalan.

DOA:

Tuhan berilah aku hati yang tulus dan semangat yang ikhlas utnuk berbagi seperti janda miskin dalam InjilMu. Amin.

5322 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *