Renungan Injil Yoh 16: 5-11

magataganm_20120210015513

Injil Yoh 16: 5-11

Dalam amanat perpisahan-Nya, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: ”Sekarang Aku pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku, dan tiada seorang pun di antara kamu yang bertanya kepada-Ku: Ke mana Engkau pergi? Tetapi karena Aku mengatakan hal itu kepadamu, sebab itu hatimu berdukacita. Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu. Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku; akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi; akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum.”

RENUNGAN:

Bagaimana perasaan Anda ketika ditinggalkan seseorang yang sangat dekat di hati? Sedih dan sepi! Sedih karena tidak bersamanya lagi. Tiada suka cita dan canda ria. Kita merasa sepi karena ditinggalkan dan kehilangan. Perasaan kosong menggelayuti jiwa.

Perasaan sedih, sepi dan kosong sedang memenuhi hati para rasul ketika Yesus hendak meninggalkan mereka. Mereka merasa seolah-olah kehilangan seluruh harapan hidup. Bagaimana tidak selama ini pada Yesus mereka menaruh seluruh hidup dan harapan, tetapi ternyata sia-sia.

Dalam situasi sedih, sepi, putus asa, hancur dan kosong itulah, Yesus menjanjikan Roh Penghibur. Ia pergi kerumah Bapa untuk menjamin kedatangan Roh Penghibur, Roh Kebenaran, Roh Kudus. Kehadiran Roh Kudus adalah bukti bahwa ketidakpercayaan itu dosa, keadilan telah terpenuhi dengan kembalinya Yesus kepada Bapa, dan bahwa penguasa kejahatan telah dikalahkan.

DOA:

Tuhan, terimakasih atas anugerah Roh Kudus yang Engkau curahkan kepada kami. Kami mohon ampun karena kami lebih sering tidak pernah menyadari kehadiranNya. Ajarilah kami untuk selalu hidup dalam tuntunanNya. Amin.

4833 Total Views 2 Views Today

One comment

  • Indra Prakarsa

    Siapa yg dimaksud sebagai penghibur..? Dia akanmengagungkan aku…
    “DIA” artinya disini adalah sesosok manusia..! Coba di jelaskan, mengapa setiap ulasan tentang injil Yohanes selalu di jelaskan bahwa “DIA” adalah roh kudus…!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *