Birdman film terbaik Oscar 2015

Alejandro González Iñárritu, sutradara terbaik untuk film terbaik Academy Awards 2015

Alejandro González Iñárritu, sutradara terbaik untuk film terbaik Academy Awards 2015

Birdman film terbaik Oscar 2015

Film Birdman karya sutradara asal Meksiko, Alejandro González Iñárritu, dinobatkan sebagai film terbaik dalam penghargaan film paling populer dunia, Academy Awards 2015. Secara keseluruhan, film itu memperoleh empat Oscar. Selain film terbaik, Birdman menyabet Oscar untuk sutradara terbaik, skenario asli terbaik, dan sinematografi terbaik.

Film lain yang juga difavoritkan, The Grand Budapest Hotel karya Wes Anderson, juga menyabet empat Oscar, namun untuk kategori-kategori pendukung. Satu lagi film yang banyak difavoritkan adalah Boyhood, karya sutaradara Richard Linklater. Namun, film yang melalui proses syuting selama 12 tahun itu hanya memperoleh satu Oscar bagi Patricia Arquette untuk kategori aktris pendamping terbaik.

Birdman adalah film sebuah komedi hitam yang menokohkan Riggan Thomson (Michael Keaton) seorang bintang Holywood yang memudar setelah pernah begitu terkenal melalui perannya sebagai tokoh jagoan fiksi Birdman.
Birdman mengisahkan seorang bintang Holywood yang kariernya memudar setelah pernah begitu terkenal.
Aktris terbaik disabet Julianne Moore, dalam peran sebagai Alice Howland, seorang ahli bahasa terkenal yang mengalami gejala awal Alzheimer.

Ini merupakan Oscar pertama bagi Moore setelah pernah menjadi nomine sebanyak lima kali. Aktor Eddie Redmayne menyabet Oscar untuk pemeran pria terbaik dalam perannya sebagai fisikawan Stephen Hawking, The Theory of Everything karya sutradara James Marsh. Yang cukup kontrovesial dalam perhelatan itu tampaknya adalah kemenangan film dokumenter tentang Edward Snowden, Citizenfour karya Laura Poitras, sebagai film dokumenter terbaik.

Snowden adalah bekas kontraktor Dinas Keamanan Amerika, NSA, yang membocorkan berbagai dokumen rahasia NSA kepada media. Sutradara Laura Poitras mengatakan, yang mendorongnya membuat dokumenter itu adalah karena Edward Snowden “membongkar bukan hanya apa yang merupakan ancaman terhadap privasi kita, tetapi juga terhadap demokrasi itu sendiri.”

Patricia Arquette, aktris pendamping terbaik dalam pidatonya yang berapi-api.
Sementara itu, Patricia Arquette, menggunakan ppidato kemenangannya sebagai aktris pendamping terbaik, untuk mengampanyekan kesetaraan. Kemenangan ini, katanya, dipersembahkan “untuk setiap perempuan yang melahirkan, untuk setiap pembayar pajak dan warga bangsa ini. Kita berjuang untuk hak kesetaraan semua orang. Inilah waktunya untuk memperoleh kesetaraan upah sekarang dan selamanya. Dan hak kesetaraan untuk semua perempuan di Amerika Serikat.” Gedung bergemuruh, dan aktris kawakan peraih berbaagi Oscar, Meryl Streep, bangkit dari tempat duduknya, mengepalkan tinju dan berteriak, “Yes! Yes!” serunya dari barisan kursi tamu.

679 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *