Industri Jasa Keuangan Lampung 2017 Membaik

BANDAR LAMPUNG, SUARAWAJARFM.com — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung menilai, secara umum sektor jasa keuangan di bumi ruwa jurai ini berada dalam kondisi stabil dan tumbuh membaik.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bagian Pengawasan Industri Keuangan Non Bank (IKNB), Pasar Podal dan Edukasi & Perlindungan Konsumen (EPK), Mendi Rahmadi, saat OJK menggelar coffee morning bersama awak media di Aula Kantor OJK, Jalan Way Sekampung, no 9 Pahoman, Bandar Lampung, Senin 15 Januari 2018.

“Data OJK Provinsi Lampung menunjukan, total asset perbankan Lampung per November 2017 mengalami pertumbuhan 11,68% (yoy), yaitu dari sebesar Rp73,2 triliun menjadi sebesar Rp81.8 triliun” ujarnya.

Kepala Bagian Pengawasan Industri Keuangan Non Bank (IKNB), Pasar Podal dan Edukasi & Perlindungan Konsumen (EPK), Mendi Rahmadi, saat OJK menggelar coffee morning bersama awak media di Aula Kantor OJK, Jalan Way Sekampung, No.9 Pahoman, Bandar Lampung, Senin 15 Januari 2018.

Kepala Bagian Pengawasan Industri Keuangan Non Bank (IKNB), Pasar Podal dan Edukasi & Perlindungan Konsumen (EPK), Mendi Rahmadi, saat OJK menggelar coffee morning bersama awak media di Aula Kantor OJK, Jalan Way Sekampung, No.9 Pahoman, Bandar Lampung, Senin 15 Januari 2018.

Mendi menambahkan, pertumbuhan asset perbankan diakselerasi oleh pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga masyarakat yang meningkat masing-masing sebesar 10,02% dan 12, 59% bila dibandingkan November 2016.

Total penyaluran kredit pada November 2017 tercatat sebesar Rp60,3 triliun atau meningkat Rp5,5 triliun dari November 2016 sebesar Rp54,8 triliun. Sedangkan dana pihak ketiga per November 2016 sebesar Rp45,17 triliun, atau meningkat sebesar Rp5 triliun dari November 2016 sebesar Rp40,1 triliun.

Secara umum kualitas peryaluran kredit yang diakukan oleh Pertankan Lampung relatif sangat baik. Hal ini tercermin dari Rasio non performing loan (NPL) perbankan Lampung per November 2017 yang cukup rendah yaitu sebesar tercatat sebesar 2,53% atau (Rp1,53 triliun), jumlah tersebut meningkat sebesar 0 02% dari November 2016 sebesar 2,51% atau Rp1,17 triliun.

Per Desember 2017 Bank umum yang berada di wilayah kerja Kantor oJK Provinsi Lampung terdiri dari 1 KP BU, 2 Kanwil, 64 KC,dan 322 KCP, sedangkan jumlah BPR dan BPRS terdiri dari 37 KP BPR/S dan 37 KC BPPR/S.

Selama tahun 2017 Kantor OJK Provinsi Lampung memberikan izin pembukaan kantor sebanyak 5 kantor, 24 izin  penutupan kantor dan 19 izin pemindahan alamat kantor bank.

Pada sektor industri Keuangan Non Bank, tercatat jumlah piutang pembiayaan Lampung bulan November 2017 adalah sebesar Rp7,292 M atau 1,7% dari piutang pembiayaan nasional dengan rata-rata pertumbuhan piutang pembiayaan Lampung tahun 2017 adalah sebesar 1,84%, jauh lebih baik dibandingkan dengan rata- rata pertumbuhan piutang pembiayaan Lampung tahun 2016 sebesar -0,45%.

NPF perusahaan pembiayaan Lampung bulan November 2017 adalah sebesar 1.95. Penyaluran piutang pembiayaan terbesar adalah disektor perdagangan dan rumah tangga yaitu sebesar 26.2% dan 15,9%.

Sesuai data per November 2017, total Aset dan Nilai Investasi Dana Pensiun PT BPD Lampung masih sebesar 0,047% dari total aset dan nilai investasi dana pensiun nasional.

Selama tahun 2017 (hingga November 2017), total aset dana pensiun PT BPD Lampung mengalami pertumbuhan rata rata sebesar 0,95%. Sementara nilai investasi dana pensiun PT BPD Lampung mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 0,98%.

Saat ini jumlah LKM di Lampung sebanyak 9 Koperasi LKM, dengan 3 Koperasi LKM berizin penuh dan 6 Koperasi LKM izin bersyarat. Total aset seluruh koperasi LKM di Lampung per Agustus 2017 adalah sebesar Rp14,02 M dengan jumlah pinjaman yang disalurkan adalah sebanyak Rp4.65 M.

Mengenai perkembangan layanan jasa keuangan berbasis teknologi/FinTech, saat ini sebanyak 28 perusahaan Fintech P2P Lending yang terdaftar/berizin di OJK dan 32 perusahaan dalam proses pendaftaran. Total pembiayaan bisnis FinTech ini telah mencapai Rp2,26 triliun dengan 290.335 peminjam.

Sementara ada sektor Pasar Modal, jumlah investor di Provinsi Lampung per Oktober 2017 adalah tercatat sebanyak 8.379 atau 0,85% dari jumlah investor nasional dengan rata-rata pertumbuhan investor di Lampung tahun 2017 adalah sebesar 2,5%.

Sementara pada Desember 2016, jumlah investor di Provinsi Lampung hanya sebanyak 4.417 investor. Sedangkan transaksi efek di Lampung tercatat sebesar Rp258,55 M dengan rata-rata transaksi efek di Lampung periode Januari-Oktober 2017 adalah sebesar Rp681,6M.

Sepanjang tahun 2017, dalam rangka peningkatan indeks literasi (tingkat pemahaman) masyarakat Lampung, OJK telah melaksanakan sebanyak 38 kegiatan sosialisasi dan edukasi dan 2 kegiatan recycling di berbagai kita dan kabupaten, serya bermacam sasaran masyarakat dengan akumulasi total sebanyak 5.484 orang.

Kegiatan sosialisasi dan Edukasi yang telah dilaksanakan tersebut pada umumnya merupakan hasil kolaborasi antara OJK bersama stake holder.

Di bidang perlindungan konsumen, selama tahun 2017, OJK Lampung telah melayani sebanyak 378 layanan konsumen yang terdiri dari 138 layanan penerimaan informasi dan 240 layanan pemberian informasi.

Materi laporan yang disampaikan konsumen masih disominasi oleh konsumen di sektor perbankan sebesar 217 layanan atau 57% dari total keseluruhan penerimaan layanan konsumen OJK Lampung, dan diikuti dengan sektor IKNB sebesar 137 layanan dan sektor lain-lain sebanyak 24 layanan.

Pada awal tahun ini, OJK juga akan melakukan re-branding contact center yang sebelumnya di nomor 1500655 menjadi kontak OJK 157, yang didukkung dengan infrastruktur yang lebih cepat.***

Reporter : Robert

720 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *