Perkembangan ketahanan pangan di Lampung cukup menggembirakan
BANDAR LAMPUNG, RADIO SUARA WAJAR — Pembangunan ketahanan pangan di Lampung telah menunjukan hasil yang cukup signifikan, baik terhadap sasaran pencapaian pembangunan nasional maupun provinsi.
Menurut Asisten Bidang Pemerintahan Rifki Wirawan, sejumlah keunggulan Provinsi Lampung yang merupakan representasi pembangunan ketahanan pangan antara lain; sebagai produsen gula pasir, tapioka, nanas kaleng dan udang serta penyuplai sapi terbesar ke Pulau Jawa.
“Selain itu Provinsi Lampung juga merupakan salah satu produsen padi terbesar di Indonesia, penghasil utama jagung, kopi dan produsen ubi kayu pertama terbesar secara nasional,” paparnya saat memberikan sambutan pada upacara mingguan di Lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung, Senin 21 Maret 2016.
Menurut Rifki, pangan merupakan urusan wajib konkuren baik di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, karena pangan adalah kebutuhan dasar manusia yang wajib dipenuhi oleh pemerintah sesuai levelnya.
“Saya berharap tidak ada masalah pangan seperti kelaparan, mal nutrisi, keracunan pangan dan gejolak harga pangan di wilayah kita,” jelasnya.
Menurut Rifki Wirawan, beras siger merupakan salah satu pangan pokok pengganti beras berbahan baku ubi kayu yang berpotensi besar dikembangkan di Provinsi Lampung. Upaya ini diharapkan mengurangi konsumsi beras di Lampung 1,5% pertahun dan mengurangi ketergantungan terigu.
Sebagaimana diinformasikan Kabag Humas Heriansyah, pada upacara mingguan ini dihadiri Para Kepala SKPD, para pejabat eselon serta pegawai negeri sipil di lingkungan pemerintah Provinsi Lampung.***
Reporter : Robert




