Renungan Harian, Jumat, 24 Agustus 2018

Ilustrasi St. Bartolomeus, Rasul. (Facebook Thomas Suratno)

Ilustrasi St. Bartolomeus, Rasul. (Facebook Thomas Suratno)

Pesta St. Bartolomeus, Rasul

INJIL: Yoh 1:45-51

Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: “Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret.” Kata Natanael kepadanya: “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?” Kata Filipus kepadanya: “Mari dan lihatlah!” Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: “Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!” Kata Natanael kepada-Nya: “Bagaimana Engkau mengenal aku?” Jawab Yesus kepadanya: “Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara.” Kata Natanael kepada-Nya: “Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!” Yesus menjawab, kata-Nya: “Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu.” Lalu kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia.”

RENUNGAN:

Bagaimana kita bisa tahu dengan pasti bahwa Yesus sungguh-sungguh Anak Allah dan Juruselamat dunia – sebagaimana yang Ia nyatakan? Filipus sangat ingin memberitahu temannya Natanael (yang juga dikenal sebagai Bartolomeus). Lalu apa yang membuatnya menjadi pengikut Yesus. Filipus mencoba meyakinkan temannya itu bahwa Yesus adalah Mesias, yang disebut oleh Musa dan telah dinubuatkan oleh para nabi. Natanael awalnya sangat skeptis karena dia berpikir tidak mungkin seorang Mesias datang dari Nazaret, sebuah kota kecil di Galilea. Natanael tidak hanya tidak menyukai kota Nazaret, ia juga tidak suka kepada penduduk kotanya yang tidak punya toleransi beragama. “Bagaimana sesuatu yang baik bisa datang dari tempat seperti tu?” Posisi kota Nazaret pada waktu itu ada di persimpangan perlintasan – jadi banyak orang dari budaya dan agama yang berbeda melewatinya. Selain itu, bagaimana mungkin Mesias berasal dari Galilea padahal para nabi menubuatkan Ia akan datang dari Betlehem di tanah Yudea? Seringkali, bukankah kita juga bersikap seperti Natanael? Kita seringkali skeptis saat seseorang mencoba meyakinkan tentang kebenaran sampai kita akhirnya bisa memahaminya untuk diri kita sendiri.

Jadi, bukti apa yang Filipus bawa untuk Natanaell? Daripada berdebat dengan temannya itu, Filipus mengambil strategi bijak yaitu mengundang Natanael untuk “datang dan melihat” sendiri Yesus ini. Argumen yang cerdas jarang sekali bisa memenangkan jiwa seseorang untuk Injil, tetapi perjumpaan secara pribadi dengan Yesus Kristus dapat mengubah hidup seseorang selamanya. Ketika orang mau menerima firman Kristus dan ketika mereka melihat kasih-Nya dalam tindakan, yaitu Tuhan Yesus sendiri, melalui kuasa Roh Kudus, tersentuhlah hati mereka dan membuka pikiran mereka terhadap wahyu Allah.

Saat Filipus membawa Natanael kepada Yesus, Ia melakukan sesuatu yang hanya bisa lakukan oleh Tuhan! Dia membuka hati dan pikiran Natanael dan keinginannya atas wahyu Allah. Yesus menyebut Natanael “Israel sejati yang tidak ada kepalsuan dalam dirinya.” Natanael adalah orang yang lapar akan Tuhan dan percaya pada janji-janji Allah. Natanael tahu Kitab Suci, ia telah membaca hukum dan tulisan para nabi. Dan dia sedang menunggu pemenuhan janji Allah kepada umat-Nya Israel. Natanael adalah seorang pencari Allah yang sungguh-sungguh. Dia tidak hanya berusaha untuk bertumbuh dalam pemahaman firman Tuhan, namun ia juga mencari hubungan pribadi yang intim dengan Allah. Itulah sebabnya ia bersedia bertemu dengan Yesus, untuk melihat apakah mungkin Yesus adalah Mesias dan Juruselamat yang sudah lama ditunggu-tunggu.

Apa arti penting dari nubuat Yesus tentang melihat Natanael di bawah pohon ara? Pohon ara adalah simbol berkat dan damai Tuhan. Natanael menerima Yesus sebagai Mesias dan Tuhan karena Yesus langsung memenuhi kebutuhan lubuk hati nya yang terdalam – yaitu keinginannya untuk mengenal Tuhan secara pribadi dan bersatu dengan dia dalam kemuliaan-Nya. Tanggapan Yesus terhadap iman Natanael ini adalah janji bahwa Ia sendiri akan menjadi “tangga yang mempersatukan bumi dengan surga” (lihat Kejadian 28:12-17). Yesus menyatakan kepada Natanael bahwa Ia sendiri adalah pemenuhan janji. Yesus adalah tangga benar atau tangga ke surga itu. Dalam inkarnasi Yesus, Anak Allah mengambil rupa manusia demi kita, disinilah kita melihat penyatuan langit dan bumi – Tuhan tinggal dekat dengan kita dan membawa kita ke dalam realitas surgawi kerajaan-Nya. Dengan wafat dan kebangkitanNya, Yesus membuka jalan bagi kita untuk datang ke relasi yang baru dengan Allah dan membuka jalan bagi kita untuk “naik ke surga” dan membawa “surga ke bumi” dalam situasi sehari-hari kehidupan kita.

DOA:

“Ya Bapa Surgawi, melalui Putra-Mu Yesus Kristus, Engkau telah membuka jalan ke surga bagiku. Mampukan aku agar dapat memuliakan Engkau dalam kehidupanku sehari-hari. Semoga aku selalu menemukan sukacita di hadapan Engkau dan tidak pernah melupakan kerajaan surga. Amin.“***

Oleh : RP Thomas Suratno, SCJ

241 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *