Pertolongan Dalam Tuhan

Seorang pria memberikan sepatunya kepada gadis tuna wisma di Rio de Janeiro. (Foto : brilio.net)

Seorang pria memberikan sepatunya kepada gadis tuna wisma di Rio de Janeiro. (Foto : brilio.net)

2 Tawarikh 20:12a | Kamis, 12 Desember 2019

“Karena kami tidak mempunyai kekuatan untuk menghadapi laskar yang besar ini, yang datang menyerang kami.”

Renungan Harian

Kita tidak pernah tahu kapan musuh datang menyerang, karena kalau tahu kita pasti dalam posisi sigap dan berjaga-jaga.  Musuh abadi kita adalah Iblis, kapan pun dan di mana pun Iblis selalu berusaha mencari celah dan  “…menunggu waktu yang baik.”  (Lukas 4:13)  untuk menyerang dan inilah yang seringkali membuat semua orang menjadi sangat terkejut dan mengalami ketakutan.

Reaksi alamiah seseorang ketika dihadapkan pada masalah yang sangat berat adalah takut. Tindakan Yosafat dalam menghadapi serangan musuh dapat kita jadikan contoh, karena dalam ketakutannya yang sangat ia tidak  mencari pertolongan kepada manusia, namun mengambil beberapa langkah: Mencari Tuhan dan meminta per-tolongan kepada-Nya  (2 Tawarikh 20:3, 4).

Dalam keadaan sangat terdesak biasanya orang tidak bisa berpikir secara jernih, yang dipikirkan adalah bagaimana caranya keluar dari  ‘lubang jarum’  secepatnya atau mendapatkan jalan keluar secara instan, dimana pikiran pasti langsung tertuju kepada manusia atau sesamanya. Yosafat membuat keputusan yang tepat yaitu mencari Tuhan dan meminta pertolongan hanya kepada-Nya, bukan kepada yang lain.  Pemazmur berkata,  “…tidak Kautinggalkan orang yang mencari Engkau, ya TUHAN.”  (Mazmur 9:11).

“…apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku;”  Yeremia 29:13.***

Editor : Robert

129 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *